Virus Corona di Jawa Timur

Ribuan Pekerja Migran Indonesia Sudah Mudik ke Jatim Selama Wabah Corona

Disnakertrans Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah masuk ke Jawa Timur sejak bulan Januari hingga April

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Sebanyak 154 pekerja migran Indonesia tiba di Jawa Timur melalui Bandara Juanda, Selasa (7/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Disnakertrans Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah masuk ke Jawa Timur sejak bulan Januari hingga April ini.

Ia menyebutkan bahwa antisipasi ketat dalam menangani PMI yang mudik ini sudah dilakukan Pemprov secara maksimal dan dijamin tidak akan menyebarkan penyakit ke kampung halaman.

"Kalau kita bicara datanya, mulai Januari hingga Februari PMI yang pulang ke Jawa Timur ada sebanyak 3.376. Kemudian selama bulan Maret ada sebanyak 2.177 orang. Kemudian ditambah bulan April yang baru masuk kemarin dari Malaysia ada sebanyak 140 orang, karena dari 154 itu yang warga Jatim ada 140 orang," kata Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo pada Surya, Rabu (8/4/2020) sore.

Sehingga jika ditotal ada sebanyak 5.693 orang PMI yang sudah mudik ke Jawa Timur. Mereka saat ini sudah berada di kampung halamannya masing-masing dan berkumpul dengan keluarga.

Lebih lanjut, Himawan menegaskan bahwa setiap PMI yang datang ke Jawa Timur dilakukan pendataan. Pendataan tersebut dilakukan dengan mencatat nama dan alamat mereka PMI yang pulang.

Setelah itu, data yang direkap oleh Disnakertrans Jawa Timur tersebut diberikan ke Disnaker Kabupaten Kota untuk dikoordinasikan dengan puskesmas dan kepala desa setempat.

"Semua PMI yang baru masuk ke Jatim setelah pulang dari luar negeri langsung ditetapkan sebagai ODP. Artinya, mereka diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri," tegas Himawan.

Tak Setuju Usulan Penghentian Permanen Kompetisi Liga 1 2020, Aremania: Kami Rindu Dukung Arema FC

Perubahan Sikap Raffi Ahmad Setelah Keliling Dunia Dikuak Nagita Slavina, Itu Pencapaian Banget

Hujan Deras Landa Surabaya, Pohon Sono Ambruk Tutupi Ruas Jalan Kebraon, Arus Lalin Sempat Macet

Akan tetapi, pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim ini mengatakan, PMI yang masuk dari Juanda dan baru pulang dari luar negeri ini adalah PMI yang terdidik.

Dalam arti mereka sudah memiliki pengetahuan tentang protokol kesehatan. Karena PMI tersebut juga dari agen yang resmi dan terbiasa untuk menaati aturan yang diberlakukan tentang ketenagakerjaan baik di negera tempat mereka bekerja maupun di INdonesia.

"Tapi kita selalu pantau dan koordinasikan dengan Disnaker kabupaten kota untuk melakukan koordinasi yang berlapis," tegasnya.

Sejauh ini, seluruh PMI yang datang mudik ke Jawa Timur hanya ada satu orang yang dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Tepatnya PMI asal Kabupaten Ponorogo yang baru pulang dari Malaysia pada tanggal 17 Maret 2020 lalu. Karena memiliki gejala kronis dia langsung dirawat di rumah sakit rujukan utama.

"Hanya satu itu. Sepertinya sekarang belum pulang. Dan belum ada tambahan PMI yang mudik lalu dirawat, kebanyakan isolasi mandiri," tegas Himawan.

Hingga saat ini, disampaikan Himawan belum ada informasi kapan PMI akan kembali masuk ke Jawa TImur. AKan tetapi jikalau ada rombongan PMI yang akan masuk ke Jatim protokol kesehatan yang diterapkan akan tetap sama. Mulai cek suhu tubuh, rapid test, dan juga penerapan swab bagi yang terdeteksi positif dalam rapid test. Sedangkan yang negatif akan dipulangkan namun diminta untuk isolasi mandiri.(Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved