Virus Corona di Pasuruan

10 Orang di Pasuruan Positif Corona, Pansus Covid-19 Minta Satgas Lari: Jangan Jalan di Tempat!

10 orang di Pasuruan positif Covid-19, Anggota Pansus Covid-19, Joko Cahyono menuturkan saatnya berlari: jangan jalan ditempat.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Hefty Suud
IRNA via TrbunCirebon
Ilustrasi - 10 orang di Pasuruan positif virus Corona (Covid-19). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Anggota Pansus Covid-19, Joko Cahyono menyebut perkembangan 10 orang yang dinyatakan positif terpapar ini sangat fantastis.

Pasalnya kini di Pasuruan ada 10 orang yang dinyatakan positif Corona (Covid-19). 

Untuk itu, pihaknya meminta Satgas Covid-19 untuk segera berlari menyelesaikan permasalahan ini.

"Kondisi ini harus diikuti dengan kerja keras Satgas Covid-19 dan Pansus Covid-19 dalam real action, bukan sekadar berkutat di tahap rencana dan teori semata. Jangan jalan di tempat, sudah saatnya mencari solusi agar bisa memutus rantai penyebaran virus ini," kata Joko Cahyono, Minggu (12/4/2020).

Isi Chat Terakhir Nikita Mirzani & Glenn Fredly, Isu soal Hubungan Mereka Terjawab, Kekal Kenangan

Manjanya Syahrini ke Suami saat di Rumah Aja Nikmati Sunset, Teriak Kala Dicueki Reino, Sayang!

Dia menilai, kinerja Satgas Covid-19 selama ini belum maksimal, karena sampai hari ini pun masyarakat di bawah menunggu real action dalam bentuk sosialisasi, mekanisme penanganan, juga protap dalam upaya deteksi dini, dan sebayainya.

Joko, sapaan akrabnya mencontohkan, Puskesmas sebagai salah satu garda terdepan dalam recovery kondisi ketika ada yang terpapar.

Namun, hingga detik ini, masih belum kongkrit peralatan dan perlengkapan dalam penanganannya. Alat Pelindung Diri (APD) juga belum ada.

Peringatan Keras WHO ke Negara-negara Dunka Agar Tak Longgarkan Lockdown, Sebut Soal Kematian

Alam Eks Arema FC Lelang 2 Jersey Sarat Makna di Instagram, Bantu Malang Raya Lawan Virus Corona

"Makanya kemarin saya meminta rapat koordinasi bersama Satgas dan Pansus ditunda. Saya interupsi ke pimpinan karena buat apa rapat, Satgas tidak membawa data perencanaannya seperti apa, langkagnya juga belum terstruktur dan dituangkan dalam kerangka kerja," tambahnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan ini juya mengaku sangat ironis ketika keluar masuk warga di Kabupaten Pasuruan dengan segala yang melatarbelakanginya tidak dibatasi.

Ia juga menyebut ada yang belum tersampaikan mengenai yang dapat menjadi pedoman , kecuali atas inisiatif orang di beberapa wilayah itu sendiri. Hal-hal diatas sebagai salah satu yang perlu mendapat perhatian Bupati.

HOAKS Viral Daftar Nama Pasien Dokter Terkonfirmasi Covid-19 di Bangkalan, Pemkab Minta Warga Tenang

"Termasuk transparansi informasi dengan tidak mengabaikan Kode Etik , wajib di update setiap saat.
Hal ini sebagai bagian dari peningkatan kewaspadaan dimasing masing wilayah," tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Pasuruan ini.

Ia menilai Satgas kurang jujur dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Bagi dia, ada kesan yang sengaja ditutupi selama ini. Ia meminta Satgas untuk lebih terbuka terhadap informasi masyarakat Pasuruan yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) , Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ataupun memang sudah positif Covid-19.

"Kalau saya boleh berpendapat, seharusnya hari ini Satgas sudah membuka data ODP, ataupun PDP per kecamatan. Jadi masyarakat mendapatkan informasi yang sangat jelas. Selama ini kan informasinya masih secara umum belum detail. Kalau seperti ini, tiba - tiba positif 10 kan juga masyarakat kaget," urainya.

Ia menilai, informasi itu sangat penting untuk diketahui khalayak luas. Sekalipun, tidak dijelaskan identitas jelanya. Misal identitas, alamat rumah dusun, desa dan namanya siapa. Data kecamatannya saja cukup.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved