Virus Corona di Gresik

Harga Ikan Anjlok Imbas Corona, Ikan Segar Nelayan Gresik Dibagikan Gratis untuk Tukang Becak

Nelayan di Desa Pangkahkulon pilih bagikan ikan segar pada tukang becak dan takmir masjid gegara harga ikan anjlok imbas Corona.

TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Nelayan saat membagikan ikan dan beras kepada tukang becak di pasar Ujungpangkah, Kecamatan Ujungpangkah, Jumat (17/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Imbas wabah Corona (Covid-19), harga ikan di Pasar Gresik anjlok.

Untuk itu, para nelayan di Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, memilih membagikan ikan secara gratis kepada tukang becak takmir masjid.

Ketua Rukun Nelayan Desa Pangkahkulon, Abdul Latif mengatakan pembagian ikan segar kepada masyarakat sebagai bentuk protes harga ikan terjun bebas.

Ardi Bakrie Mesra Pijat Nia Ramadhani di Hari Ultah, Sebut Istri Ban Kempes: Keluarin Yang

Kabar Nassar Duda Muzdalifah, Tak Ada Job Akibat Corona Pilih Jual Harta: Sekarang Dagang Sanitizer

"Harga biasanya Rp 25 sekarang Rp 13 ribu," ujar Latif saat membagikan ikan kepada tukang becak, Jumat (17/4/2020).

Meski harga ikan sudah anjlok, menurutnya membagikan ikan kepada tukang becak juga sebagai bentuk kepedulian.

Apalagi selama pandemi banyak masyarakat lain yang terdampak secara tidak langsung. 

Kulit Jeruk hingga Jambu Biji Disebut Ampuh Lawan Virus Corona atau Covid-19, Benarkah Demikian?

50 Jersey yang Dilelang Madura United Ludes Terjual dalam Dua Hari, Total Donasi Rp 16.483.000

Para nelayan juga menyalurkan ribuan masker dan beras dengan berat 5 kilogram.

"120 kilogram totalnya yang kita bagikan, ribuan ikan kita bagikan serta sejumlah sembako," terangnya.

Latif mengaku, tukang becak lebih terdampak selama pandemi Corona ini.

8 Cara Mengatasi Stres selama Karantina di Rumah saat Pandemi Covid-19, Berefek ke Kekebalan Tubuh

"Kami sebagai nelayan juga terdampak, ikan tangkapan banyak tak laku, kami ingin berbagi kepada tukang becak yang setiap hari mangkal di pasar," kata dia.

Salah satu tukang becak, Abdul mengaku selama ini sangat terdampak selama pandemi Covid-19. Penghasilannya turun drastis.

Dia hanya bisa duduk di becak sambil menunggu penumpang.

"Kami bertahan karena kami butuh makan. Dapat uang dari becak Rp 20 ribu sudah untung-untungan. Terimakasih masih ada warga yang peduli dengan nasib tukang becak," pungkas bapak tiga anak ini.

Penulis: Willy Abraham

Editor: Heftys Suud

Penulis: Willy Abraham
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved