Virus Corona di Malang
Guru Elektro SMK PGRI 3 Kota Malang Bikin Wastafel Otomatis, Minim Interaksi Tangan dan Hemat Air
Guru elektro SMK PGRI 3 Kota Malang membuat inovasi berupa westafel otomatis. Hasilnya, minim interaksi dan hemat air.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jika masuk ke area halaman SMK PGRI 3 Kota Malang, ada dua wastafel otomatis yang dibuat oleh guru elektronika sekolah itu.
Namanya Ahmad Athoillah.
Nama wastafelnya Skariwish (Skari-SMK PGRI 3, Wish=wisuh atau cuci tangan). Dibuat untuk mengatisipasi Covid-19.
• UPDATE CORONA di Indonesia Selasa 21 April, Bertambah 375 Kasus Baru, Total 7.135 Pasien Positif
Semua yang masuk ke area sekolah harus cuci tangan dulu.
Dari dua wastafel yaitu bersifat permanen dan portabel.
Yang portabel akan diproduksi sekolah ini untuk dijual lagi.
"Sudah ada pemesanan dari masjid, juga sekolah-sekolah termasuk di Jember," jelas Ahmad Athoillah pada TribunJatim.com, Selasa (21/4/2020).
Wastafel otomatifs ini memakai sistem sensor. Jika ada gerakan tubuh di depannya, maka air akan mengalir otomatis.
• Curhat Ibu Atta Halilintar Soal Hubungan Anaknya & Aurel, Tak Direstui? 1 Permintaan Soal Masa Depan
• Skandal Suami Hamili Ibu Mertua, Akhiri Rumah Tangga Hanya Dalam 2 Bulan
"Dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, sebisa mungkin menghindari interaksi tangan langsung ke kran," jelasnya.
Adanya kran elektronik juga bisa berhemat air. Sebab akan otomatis berhenti sendiri jika sensor tidak menangkap ada gerakan tubuh.
Dikatakan, kadang-kadang ada yang punya kebiasaan tetap membiarkan air mengucur dari kran saat tangan memakai sabun.
Namun dikatakan dia, untuk memproduksi banyak wastafel portabel otomatis untuk pemesan masih ada kendala di pengadaan barang, terutama sensornya.
"Untuk di Malang, saya cari sudah gak ada. Sehingga harus belanja lewat online. Sekarang mungkin masih di ekspedisi," jelasnya.
• Aksi Emak-emak Lamongan Biasakan Cuci Tangan Cegah Coronavirus, Tempel Stiker di Westafel Tiap Rumah
Hal ini karena sekarang banyak pembuatan bilik disinfektan yang memakai sensor.
Sehingga untuk mendapatkan di Malang sulit. Namun untuk bak wastafel dan rangkanya mudah didapatkan.