Virus Corona di Malang
Guru Elektro SMK PGRI 3 Kota Malang Bikin Wastafel Otomatis, Minim Interaksi Tangan dan Hemat Air
Guru elektro SMK PGRI 3 Kota Malang membuat inovasi berupa westafel otomatis. Hasilnya, minim interaksi dan hemat air.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Arie Noer Rachmawati
Letak sensor wastafel permanen dan portabel berbeda meski sama-sama di posisi tengah.
"Untuk wastafel portabel, jika tidak ada gerakan tangan dibawah sensor, maka air tidak akan keluar," kata dia.
Sedang untuk pengering tangan, juga diproduksi sendiri oleh guru elektro sekolah ini. Namanya Mursyid.
• Cara Daftar Rapid Tes dan Tes PCR Virus Corona Covid-19 secara Online Lewat Halodoc, Cek Status Anda
Modelnya sama dengan yang ada di toilet mal-mal. Namun bedanya, ia membuat kemasannya sendiri. Nama alatnya Skaridry.
"Bikin packagingnya/kotaknya lewat software dulu dan diwujudkan di 3D printing. Sekarang kan di era Revolusi Industri 4.0," jelasnya.
Alatnya juga dilengkapi sensor sebagaimana Skariwish.
Panasnya yang keluar memanfaatkan dari blower.
Jika tangan basah didekatkan dengan sensor, maka akan mengeringkan.
Jika menjauh, maka akan berhenti otomatis. Untuk Skaridry masih berupa prototipe.
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Arie Noer Rachmawati