Pesta Miras Maut di Lamongan
Kebiasaan Korban Tewas saat Pesta Miras Oplosan di Lamongan, Dioplos Obat Nyamuk Hingga Pakai Teh
Korban tewas, Sukarno (30) asal Desa Botohputih Kecamatan Tikung Lamongan Jawa Timur, menggelar pesta miras oplosan di Lamongan menjadi kebiasannya.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Menurut seorang teman akrab dari 3 korban tewas, Sukarno (30) asal Desa Botohputih Kecamatan Tikung Lamongan Jawa Timur, menggelar pesta miras oplosan di Lamongan menjadi kebiasannya setiap minggu sekali.
"Tapi ya sekedar minum, tidak sampai membuat keonaran di kampung, " kata HD, seorang teman akrab korban meninggal Sukarno kepada TribunJatim.com, Selasa (21/4/2020).
Diakui ia juga terkadang mendapat undangan kecil - kecil dari sahabatnya itu untuk sekedar minum di desa tersebut.
Namun terkadang juga minumnya di luar desa, atau tempat lain.
• Cegah Covid-19, Putra Fadeli Bersama KNPI Lamongan Bagikan Masker dan Jeruk
• BREAKING NEWS: Tragedi Pesta Miras Oplosan di Jalan Desa di Lamongan, 3 Tewas dan 2 Dirawat di RS
• Geger Temuan Pria Lamongan Tewas di Rumahnya, Tergeletak Pakai Sarung, Tanda Melepuh Jadi Petunjuk
Pesta miras diakui hanya sekedar senang - senang. Dan bukan untuk menciptakan keonaran di desa. Kadang dilakukan lima teman, empat dan bahkan lebih dari lima. "Minum di jalan desa ya biasa, " ungkapnya.
Warga desa juga tidak terganggu, karena anak muda yang sedang minum tidak pernah mengganggu orang - orang yang sedang melintas di jalan depan mereka.
Diakui, saat ia masih bersama Sukarno, oplosan miras beragam campurannya, terkadang arak dicampur dengan obat nyamuk, ada yang bentuk lotion dan ada yang cair (menyebut produk obat pembasmi nyamuk, red).
"Kalau pakai campuran obat nyamuk oles, tidak seberapa keras. Yang keras itu pakai obat pembasmi nyamuk cair itu, " ungkapnya.
Diakui, waktu menenggak miras pakai campuran obat nyamuk cair, kekuatannya luar biasa, pertama dada sangat panas, kemudian sekujur tubuh juga panas.
"Saya itu pernah sampai berendam di air selama tiga hari, karena tidak kuat menahan panas di dada dan badan, " ungkapnya.
Cara itu biasa dilalukannya bersama teman - temannya sealiran alias sesama peminum, termasuk bersama almarhum Sukarno.
Saat TribunJatim.com memberitahu bahwa miras oplosan yang mencelakakan korban Sukarno itu dioplos dengan teh, HD mengaku tidak tahu. "Mungkin itu cara baru, " katanya seraya menambahkan peranah juga mencampur dengan lem.
Lem itu, selain sekedar dihirup saat minu miras, juga pernah dicoba dicampur dan diaduk dengan arak.
Kalau biasanya, hanya arak dicampur alkohol dan obat nyamuk lation, juga pil peredah kepala pusing.
"Kalau yang wajar - wajar, arak dioplos dengan minuman bersoda, " katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/foto-rumah-duka-korban-tewas-usai-pesta-miras-oplosan.jpg)