Virus Corona di Gresik

Jelang PSBB di Kabupaten Gresik, Titik Pengawasan Masih Belum Ditentukan

Menjelang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa (28/4/2020) mendatang.

TRIBUNJATIM.COM/ANUGRAH FITRA NURANI
Ilustrasi Info PSBB di Gresik 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Menjelang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa (28/4/2020) mendatang guna memutus wabahvirus Corona atau Covid-19.

Namun sampai saat ini belum ditentukan titik-titik mana saja yang akan menjadi pengawasan dalam penerapa PSBB ini.

Penerapan  pembatasan sosial berskala besar (PSBB)  kurang dari sepekan, ada delapan Kecamatan yang diusulkan untuk menerapkan PSBB. Namun, empat diantaranya melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara menyeluruh.

Artinya, seluruh Desa atau Kelurahan di wilayah Kecamatan itu akan menerapkan PSBB. Empat kecamatan itu adalah Kecamatan Kebomas, Gresik, Menganti dan dan Kecamatan Driyorejo.

Lokasi kecamatan itu berada dekat dengan perbatasan Kota Surabaya. Sebagai, daerah penyangga ibukota provinsi. Banyak sekali lalu lalang kendaraan yang melintas dari Gresik menuju Surabaya atau sebaliknya.

PT Angasa Pura Hentikan Sementara Layanan Pernerbangan Penumpang di Bandara Juanda

PDP Covid-19 di Bojonegoro Meninggal Dunia, Sempat Alami Perubahan Status

KRONOLOGI Lengkap Satu Keluarga di Magetan Kabur ke Kalbar, Padahal Tempat Kos Dijaga Ketat

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan, hingga saat ini belum ditentukan ada berapa titik yang akan dilakukan pengawasan.

"Saat ini masih dirapatkan," kata Nanang kepada TribunJatim.com, Jumat (24/4/2020).

Yang jelas, wilayah perbatasan dengan Surabaya akan dijaga oleh petugas gabungan. Terdiri dari TNI, Polisi, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP.

Mereka akan memberikan pengawasan lebih kepada para pengendara yang melintas. Kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, Nadlif, menegaskan bahwa akan ada cek poin pemeriksaan di wilayah perbatasan.

"Ada cek poin pemeriksaan orang yg keluar masuk perbatasan. Kendaraan hanya boleh ditumpangi maksimal separuh kursi atau 50 persen saja," terangnya.

Para pengendara baik roda dua, roda empat atau lebih diwajibkan menggunakan masker. Pengendara motor tidak boleh berboncengan kecuali dengan keluarga satu alamat.

"Nanti ditanya keperluannya saja, jika tdk jelas disuruh kembali," pungkasnya kepada TribunJatim.com. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved