PSBB Gresik

Cegah Penyebaran Covid-19, Angkutan Bus di Gresik Ditutup

AKAP dan AKDP dihentikan sementara saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Surabaaya, dan Sidoarjo

sugiyono/surya
Terminal Bunder di Kabupaten Gresik untuk bus AKDP dan AKAP tutup atas pemberlakuan PSBB, Rabu (29/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Angkutan bus antar kota antar propinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) dihentikan sementara saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Surabaya dan Sidoarjo, Rabu (29/4/2020).

Penutupan terminal Bunder Gresik menggunakan pembatas jalan fiberglass warna oren di pintu masuk terminal bus. Hanya ada petugas gabungan yang berada di dalam gedung terminal Bunder.

Kadishub Gresik Nanang Setiawan mengatakan, penutupan terminal bus di Bunder Gresik sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI, Nomor 25 Tahun 2020, tentang pengendalian transportasi selama masa mudik idul fitri tahun 1441 Hijriah dan pencegahan virus Corona atau Covid-19

"Gresik sudah ditetapkan sebagai zona merah terdampak pandemi Covid-19, sehingga diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga, sesuai PM Nomor 25 Tahun 2020, ada larangan menggunakan sarana transportasi. Mulai angkutan umum darat, perkeretaapian, laut dan udara," kata Nanang Setiawan kepada TribunJatim.com.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, bahwa dalam PM Nomor 25 Tahun 2020 tersebut dimulai 24 April 2020 sampai 31 Mei 2020.

Sosok Pria yang Lantunkan Azan Saat Arkana, Anak Nikita Mirzani-Dipo Lahir, Pekerjaan Tak Main-main

Cara Lapor SPT Tahunan Wajib Pajak Secara Online di djponline.pajak.go.id, Terakhir 30 April 2020

Berstatus Jawara All England 2020, Melati Daeva Oktavianti Tetap Berlatih Jaga Konsistensi

"Jika pertumbuhan virus Corona atau Covid-19 masih ada, maka bisa diperpanjang," kata Nanang Setiawan.

Sementara, angkutan umum dalam kota masih diperbolehkan. Namun, dengan tetap mempertimbangkan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Yaitu jumlah penumpang harus jaga jarak.

Sujarwo, seorang sopir angkutan umum jurusan Pasar Cerme ke Terminal Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, mengatakan, jumlah penumpang sangat sepi. Sehingga, secara langsung sudah memberlakukan PSBB.

"Sekali jalan bawa dua orang penumpang sudah untung. Sehingga sudah memberlakukan PSBB, duduknya sebeleh kiri dan kanan. Sehingga dalam sehari tidak cukup untuk membeli bensin," kata Sujarwo, saat di terminal Bunder bagian angkutan umum. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved