Semarak Ramadan 2020

Stok Daging Sapi di Sampang hingga Hari Raya Idul Fitri Dipastikan Aman, Tiap Bulan Produksi 16 Ton

Ketersedian daging sapi di tengah pandemi Corona Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura tercukupi hingga Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

TRIBUNJATIM.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana Pasar Hewan Sampang 

TRIBUNMADURA.CO, SAMPANG - Ketersedian daging sapi di tengah pandemi Corona Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura tercukupi hingga Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Saat ini, jumlah sapi di wilayah Kota Bahari kurang lebih sebanyak 215.000 ekor yang tersebar di seluruh Kecamatan se Kabupaten Sampang.

Sedangkan setiap bulannya di Sampang memproduksi daging sekitar 16 ton.

3 Resep Minuman Buka Puasa Segar dari Buah-buahan Penuh Nutrisi, Es Sukur hingga Es Dragon

Plt Kepala Disperta Sampang Suyono mengatakan, stok atau persediaan tersebut untuk bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ini aman karena dari sisi jumlahnya masih surplus.

"Laporan ini sudah kami sampaikan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (29/4/2020).

Dijelaskan, setiap minggu pihaknya wajib melaporkan kepada Kementan RI terkait kondisi ketersediaan daging dan sapi di wilayah kerjanya untuk memastikan stok selama Ramadhan mencukupi.

VIRAL Curhat Pilu Istri Tahu Suami Nikah Lagi, Curiga Lihat Kegelisahan karena Lockdown Corona: Kelu

Tragedi Pernikahan 1 Bulan Wanita Cantik Dulu Viral, Pacaran 7 Tahun, Dihancurkan 2 Pelakor: Tertipu

Tidak hanya itu, pihaknya juga diminta oleh Kementerian untuk melaporkan perkembangan ketersedian daging di setiap minggunya.

"Jadi kami rutin melaporkan kepada Kementerian Pertanian," ucap Suyono.

Lebih lanjut, menurut Suyono ketersediaan daging agar terus stabil harus didukung oleh perkembangan peternakan sapi di wilayah Sampang.

4 Menu Takjil untuk Buka Puasa Ramadhan, Dilengkapi Resep, Ada Dadar Gulung Cokelat Pisang

Maka dari itu pihaknya mengaku terus menjaga populasi sapi di Sampang terus berkembang dengan cara memprogramkan sapi betina wajib bunting, lalu setiap satu tahun sekali bisa melahirkan.

"Makanya kami lakukan Inseminasi Buatan (IB) dan melarang sapi betina yang produktif itu dipotong,” terang Suyono.

Ia menambahkan, selain itu mengarahkan para kelompok tani agar melakukan penggemukan Sapi sehingga dapat membantu kestabilan penyediaan daging.

Namun, menurutnya cara tersebut memiliki hambatan yakni, ketika harga jual pakan mahal.

"Kalau sudah mahal otomatis berpengaruh pada takaran pemberian pakan," pungkasnya.

8 Promo dari Bank BRI Selama Ramadhan 2020, Ada Diskon hingga 50 Persen di Gerai Makanan dan Minuman

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved