Breaking News

PSBB Surabaya

Terminal Purabaya Sepi Aktivitas Saat PSBB, Kepala Terminal Harap 'Virus Corona Cepat Selesai'

Terminal Purabaya tampak sepi di hari kedua pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kepala terminal harap virus Corona selesai.

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Petugas Terminal Purabaya sedang memeriksa sejumlah bus yang tidak beroperasi saat diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Rabu sore (29/4/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suasana Terminal Purabaya pada hari kedua penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Rabu sore (29/4/2020) terlihat sepi penumpang.

Di sana hanya tampak beberapa petugas Dinas Perhubungan yang sedang berjaga jaga di sejumlah titik. 

Tidak seperti biasanya, pedagang asongan dan beberapa warung makan jarang sekali menjajakan dagangannya di terminal yang berada di Kecamatan Waru, Sidoarjo itu.

VIRAL Curhat Pilu Tenaga Medis Pejuang Corona Buat Jenderal TNI Nangis, Istri: Luar Biasa Perjuangan

Tragedi Pernikahan 1 Bulan Wanita Cantik Dulu Viral, Pacaran 7 Tahun, Dihancurkan 2 Pelakor: Tertipu

Tampak satu dua petugas kebersihan saja yang sedang menyapu jalan keluar masuk kendaraan roda empat.

Bus yang selama ini berlalu lalang dalam terminal tersebut kini sudah tidak beroperasi, kendaraan itu diparkirkan ke dalam terowongan yang bertuliskan jurusan perjalanan masing masing.

Mulai dari Bus Ekonomi, Bus Patas AC, dan Bus Patas.

Perempuan Tunawicara Pelaku Pembacokan Adik Kandung di Surabaya Tertangkap, Korban Dibawa ke RSUD

Alasan Felipe Americo Tak Berikan Program Latihan Khusus pada Kiper Arema FC saat Libur Kompetisi

Kepala Terminal Purabaya, Imam Hidayat, menuturkan, kendaraan yang beroperasi saat ini hanya bis kota, angkutan kota, dan mobil pribadi.

Walaupun, saat ini suasananya sangat sepi dari ketiga kendaraan umum itu.

"Berhubung bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) sementara tidak jalan. Kami aktivitasnya tetap memantau penumpang terkait masalah pembatasan. Kalau mereka tidak memakai masker akan kami suruh pulang," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Imam, Terminal Purabaya juga memberlakukan protokoler pencegahan virus Corona, seperti menerapkan jarak tempat duduk minimal satu meter hingga mengarahkan penumpang untuk cuci tangan.

"Sejauh ini belum ditemukan pemudik yang bandel. Karena Terminal Purabaya sepi sekali. Kami juga sudah memberikan himbauan pemberhentian sementara layanan operasional bus kepada para penumpang," ungkapnya.

Setiap hari, tercatat ada 1600 armada bus yang beroperasi di Terminal Purabaya. 1000 diantaranya adalah armada bus jenis AKAP dan AKDP.

"Saya kira tidak ada armada bus yang nekat masuk membawa penumpang mudik. Kalaupun ada, akan kami tilang. Penumpangnya tak suruh turun dan tidak boleh jalan," tegasnya.

Imam berpendapat, sebelum dimulainya PSBB, pemerintah telah melakukan sosialisasi selama 4 hari. Ditambah dengan pintu masuk terminal yang diberikan larangan berupa pembatas agar armada bus tidak bisa masuk. 

Imam berharap, peraturan menteri nomor 25 harus ditaati oleh semua crew bus. Bagi penumpang, ikuti aturan pemerintah yang sudah tertulis dalam pergub nomor 18 tahun 2020.

"Untuk mengantisipasi virus Corona biar cepat selesai. Biar selesai semuanya di Indonesia,"ucapnya.

Penulis: Febrianto Ramadani

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved