Didi Kempot Meninggal Dunia
Aslinya Bernama Dionisius Prasetyo, Inilah Makna dan Arti Nama Didi Kempot yang Sebenarnya
Dikenal dengan nama panggung Didi Kempot, nama lahirnya ternyata adalah Dionisius Prasetyo.
Didi Kempot justru mengamen dan mengawali karier dari nol.
Sebuah keberuntungan berpihak pada Didi Kempot, pada saat itu seorang produser mengajak Didi Kempot masuk ke dapur rekaman.
Didi Kempot memiliki ciri khas dengan pakaian khas Jawa yang lengkap dengan blankon.
• Kondisi Terakhir Didi Kempot Sebelum Meninggal Diungkap Sang Kakak, Singgung soal Riwayat Penyakit
Sejak saat itu Didi Kempot mulai muncul di televisi nasional membawakan lagu campursari.
Lagu 'Stasiun Balapan' menjadi satu di antara lagu Didi Kempot yang populer.
Nama Didi Kempot menjadi lebih dikenal khalayak melalui lagu tersebut.
Album perdana Didi Kempot juga bertajuk 'Stasiun Balapan' yang dirilis pada tahun 1999.
Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Plong'.
Tak berhenti berkarya, Didi Kempot terus mengeluarkan album dengan lagu campursari yang khas.
Pada tahun 2001, Didi Kempot merilis album berjudul 'ketaman Asmoro'.
Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Pokoe Melu'.
Album yang dikeluarkan Didi Kempot terus mendapatkan respon positif masyarakat Indonesia.
Dalam album 'Cucak Rowo' pada tahun 2003, lagu yang dibawakan Didi Kempot menjadi populer.
Di tahun berikutnya, Didi Kempot kembali merilis album 'Jambu Alas' bersama Nunung Alvi pada tahun 2004.
Dan pada tahun 2005, Didi Kempot merilis album berjudul 'Ono Opo'.
Lagu 'Stasiun Balapan' meceritakan sebuah nama stasiun yang ada di Solo.
Didi Kempot menciptakan lagu tersebut ketika dirinya mengamen di Solo.
Pada saat itu Didi Kempot terinspirasi dari penumpang yang ada di stasiun tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Bernama Asli Dionisius Prasetyo, Inilah Makna Nama Didi Kempot yang Sebenarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/nama-asli-didi-kempot.jpg)