Virus Corona di Jawa Timur
Larangan Mudik Lebaran, Khofifah Jamin Warga Jatim Pulang Kampung Diproteksi, Rapid Test-Observasi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan larangan mudik dan imbauan di rumah saja diberlakukan.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan larangan mudik dan imbauan di rumah saja tetap diberlakukan.
SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 ditegaskan Khofifah bukanlah regulasi untuk membolehkan mudik.
Melainkan adalah regulasi yang memberikan kelonggaran masyarakat dengan kepentingan tertentu yang dibatasi ketat untuk bisa melakukan mobilitas. Seperti untuk urusan kesehatan, perdagangan, ekonomi dan juga logistik.
• Baru Terkuak Didi Kempot Malam-malam Telepon Sahabatnya, sebelum Wafat Tanyakan Sakit: Pukul 22.00
Meski begitu, gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menegaskan, warga Jawa Timur yang ber KTP Jatim tetap dibolehkan untuk masuk ke kabupaten kota mereka ketika mereka sudah masuk di wilayah Jawa Timur.
Bahkan ia memberikan jaminan mereka akan mendapatkan proteksi dari pemerintah namun dengan tetap menerapkan kewaspadaan yang berlapis.
"Betul dilarang mudik. Tapi kalau sudah mereka sudah di perbatasan Jatim dan kalau dia KTP Jatim maka kita harus berikan proteksi," tegas Khofifah dalam jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Jumat (9/5/2020).
• Terjawab Teka-teki Pernikahan Didi Kempot dengan Yan Vellia Istri Keduanya, Ketua RT Bongkar 1 Bukti
• Cerita Asisten Didi Kempot Antar ke Rumah Sakit, Ungkap Teriak Takbir: di Perjalanan Sudah Nggak Ada
Ia mencontohkan dini hari ini ada rombongan warga Jawa Timur dari Provinsi Bali yang sampai ke Banyuwangi dan akan pulang kampung ke kawasan Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.
Mereka adalah warga Jawa Timur yang sebelumnya bekerja di Bali dan tidak memiliki pekerjaan lagi akibat pandemi Covid-19.
Atas koordinasi peguyuban pekerja di sana dan juga dengan Pemprov Bali, maka Pemprov setempat mengambil kebijakan agar lebih baik mereka pulang ke kampung halaman.
• VIRAL Pria Kediri Bonyok Dihajar Gegara Teriakan Begal, Tangan Diikat, Napas Terengah Minta Ampun
Atas alasan tersebut Gubernur Khofifah yang juga mantan Menteri Sosial RI tersebut memberikan fasilitas penuh.
Mulai transportasi hingga pengawalan keamanan mereka hingga sampai ke kampung halamannya.
"Pengamanan berlapis tetap kita lakukan. Kemarin saya diberikan kabar bahwa ada warga kita sampai di pelabuhan Ketapang dan sudah masuk Banyuwangi maka kami harus memberikan proteksi warga kami yang mau pulang ke tanah kelahirannya. Kita sediakan busnya, dan diberikan penanda, dan semuanya dilakukan rapid test," urai Khofifah.
Rombongan tersebut dilakukan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.
• BERITA TERPOPULER JATIM: Pemilik Rumah Besar Terima Sembako hingga Kartu ATM Bank Mandiri Error
Pengawalan hingga sampai ke tempat tujuan juga diberikan pada rombongan ini agar mereka tetap mendapatkan sistem pengamanan berlapis. Termasuk dilakukan observasi setelah tiba di kampung yang dituju.
"Bagi mereka warga Jatim, kami akan berikan pendekatan humanis persuasif tapi tetap harus efektif. Agar bagi yang mau pulang ke tanah kelahirannya, begitu sudah di Jatim maka mereka tetap harus diproteksi. Saya sendiri melakukan cek mereka sudah sampai mana, dan agar mereka juga mendapatkan observasi di kampung setempat," pungkasnya.