PSBB Gresik

Pantau Check Point di Gresik Temui Belasan Pekerja Migran Pulang Kampung

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Jawa timur akan berakhir besok. Petugas terus melakukan pengecekan terutama check poin

Willy Abraham/Tribunjatim
Pekerja migran yang kedapatan melintas di berhentikam petugas di cek poin perbatasan Gresik Lamongan di Kecamatan Duduksampeyan, Minggu (10/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur akan berakhir besok. Petugas terus melakukan pengecekan terutama check poin yang berada di wilayah perbatasan.

Salah satunya perbatasan Gresik - Lamongan. Para pengendara motor diperiksa satu persatu menggunakan thermal gun. Banyak pengendara roda empat yang lagi-lagi melanggar physical distancing.

Masih ditemukan kursi duduk di depan diisi dua orang. Mereka diminta untuk duduk di kursi belakang dan tengah.

Kemudian, ada dua mobil travel plat H dan AB yang diperiksa. Ternyata kedua mobil itu membawa belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Petugas langsung meminta surat-surat kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu dan mengecek suhu tubuh mereka. Mereka baru saja pulang dari Serawak, Malaysia dan akan pulang ke Lombok.

Pekerja Migran Indonesia (PMI) ternyata  membawa berkas dan surat kesehatan lintas negara.

Bocah SD di Blitar Melahirkan Bayi dari Pamannya, Saat Hamil Besar Tetap Sekolah: Warga Tak Berani

Kondisi Terkini Makam Didi Kempot Terkuak, Tak Pernah Sepi, Pertanyaan Anak Begitu Pilu: Papa Dimana

Nikita Mirzani Komentari Curhatan Ayah Angkat Syahrini Soal Wanita Agenda: Keluarin Videonya

"Kita cek semuanya, mereka membawa surat kesehatan lengkap dari Malaysia dan pemerintah Indonesia," kata Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo kepada TribunJatim.com, Minggu (10/5/2020).

AKBP Kusworo Wibowo menyebut pengendara yang tidak pakai masker, langsung diminta putar balik. Penumpang roda empat hanya berkapasitas 50 persen. Baik dalam satu keluarga dan kendaraan umum.

Setelah berhasil melewati pemeriksaan, tahapan selanjutnya melewati semprotan cairan disinfektan.

"Pengendara yang suhunya diatas 38°C langsung kami arahkan ke tim medis. Alhamdulillah saat pemeriksaan tidak ada yang suhunya diatas 38 derajat," imbuh mantan Alumnus Akpol 2000 itu.

Kapolsek Duduksampeyan Iptu Sugeng menambahkan, hampir setiap hari ada warga yang tidak memakai masker. Dengan tegas, tidak diperbolehkan melintas. Karena sudah disosialisasikan pada tiga hari pertama saat penerapan PSBB.

"Intinya kami tegas. Kalau tidak pakai masker dilarang masuk Gresik," pungkasnya kepada TribunJatim.com. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved