PSBB Malang Raya

PSBB Malang Raya, Polresta Malang Kota Siapkan Berbagai Langkah Usulan

Polresta Malang Kota siapkan beberapa langkah usulan untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang Raya.

TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Rabu (6/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polresta Malang Kota sudah siapkan beberapa langkah usulan untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang Raya.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan bahwa aturan atau skep dari Menteri Kesehatan terkait PSBB Malang Raya sudah turun.

"Oleh karena itu kami akan lakukan beberapa langkah usulan. Terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya khususnya di wilayah Kota Malang," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (12/5/2020).

Beberapa langkah usulan tersebut antara lain adalah pembentukan pos penyekatan dan penambahan pos check point.

"Yang pertama adalah penyiapan pos check point, dimana saat ini sudah ada 6 pos check point. Tetapi kemungkinan nanti ada penambahan untuk pos check point, termasuk penyiapan pos penyekatan. Karena ini PSBB, maka harus ada pos penyekatan," bebernya.

Babak Baru Kasus Siswi SMP Gresik Dicabuli di Kandang Ayam, Diiming-imingi Uang Rp 1 M untuk Damai

Katalog Promo Indomaret Hari Ini Sampai 12 Mei 2020, Belanja Hemat Susu Balita hingga Minyak Goreng

Beri Efek Jera Pelanggar Jam Malam PSBB Gresik, Pemkab Usulkan Sanksi Menginap di Polres atau Kodim

Fungsi dari pos penyekatan itu sendiri adalah sebagai pengawasan bagi masyarakat yang akan masuk ke wilayah Kota Malang.

"Nanti di pos itu, masyarakat akan dilakukan pemeriksaan secara teliti dan ketat. Bila diketahui memang tidak ada kepentingan sama sekali dan bukan penduduk Malang Raya maka akan kami suruh putar balik. Dan untuk kendaraan, jumlah limitasi dibatasi, artinya sesuai dengan aturan bahwa jumlah penumpang kendaraan yang diijinkan hanya 50 persen dari kapasitas kendaraan itu sendiri," tambahnya.

Untuk usulan kedua, mantan Wakapolrestabes Surabaya ini mengusulkan adanya pemberlakuan jam malam.

"Untuk jam malam, kami usulkan antara pukul 21.00 - 04.00. Artinya pada jam tersebut, tidak boleh ada kegiatan atau aktivitas masyarakat. Dan nanti kami akan lakukan kegiatan razia di jam tersebut," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved