Terbukti Jualan Sabu di Warung Kopi, Warga Surabaya Ini Didenda Rp 1 Miliar, 'Banding yang Mulia'

Warga Surabaya terbukti secara sah melakukan pengedaran sabu di warung kopi Dusun Bongso Kulon, Kabupaten Gresik. Dihukum denda Rp 1 Miliar.

TRIBUNJATIM.COM/SUGIYONO
BERAT - Sidang online di Pengadilan Negeri Gresik dengan terdakwa Eko Wahyudi divonis hukuman berat selama 6 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar subsider 2 bulan kurungan, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Eko Wahyudi (39) penjual sabu di warung kopi Dusun Bongso Kulon, Kabupaten Gresik dihukum penjara 6 Tahun Penjara dan denda Rp 1 Miliar subsider 2 bulan kurungan, Selasa (12/5/2020).

Putusan hukuman tersebut dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti.

Sebelumnya, warga Jalan Made Barat, Kelurahan Made, Kecamatan Sambi Kerep, Kota Surabaya itu tertangkap saat sedang melakukan transaksi sabu.

Jerit Lantang Pilot Joyce Lin saat Pesawat Jatuh di Danau Sentani Papua, Saksi Aksi Mulia Terakhir

Terungkap Panggilan Yan Vellia ke Saputri, Istri Pertama Didi Kempot, 1 Janji soal Pertemuan Terucap

Terdakwa Eko Wahyudi disebut terbukti secara sah tidak memiliki izin menguasai narkotika golongan I. Terdakwa melanggar pasal 114 ayat (1), nomor 35 Tahun 2009.

"Memutuskan terdakwa Eko Wahyudi, melanggar Pasal 114 ayat (1), Nomor 35 Tahun 2009, menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp 1 Miliar subsider 2 bulan kurungan," kata Wiwin.

Selain itu, barang bukti sabu sebanyak 1,64 gram, sebuah pipet kaca dan sebuah ponsel dirampas untuk dimusnahkan.

Dampak Luar Biasa Jika Perang di Laut China Selatan Terjadi, Senjata Tak Main-main, Perlu Khawatir

Pria Ngaku Ahli Bacok dari Sampang Tantang Polisi Lewat Facebook, Dibawa ke Kantor Polisi Malah Gini

"Membebani terdakwa biaya perkara sebesar Rp 2000," katanya, dalam sidang dengan dihadiri Jaksa Penuntut Umum Diecky Eka Koes Andriansyah dan penasehat hukum terdakwa dari Biro Bantuan Hukum Juris Law Gresik Faridatul Bahiyah.

Putusan tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Esti Harjanti Candrarini yang menuntut hukuman penjara terhadap terdakwa Eko Wahyudi, dengan hukuman selama 6 tahun penjara, dan denda Rp 1 Miliar subsider 3 bulan kurungan.

Akhirnya, atas putusan tersebut, penasihat hukum dari Posbakum Al Banna Faridatul Bahiyah, menyatakan banding.

Begitu juga dengan jaksa Diecky Eka Koes Andriansyah juga menyatakan banding.

"Banding yang mulia," kata terdakwa Eko Wahyudi, saat sidang online di Pengadilan Negeri Gresik.

Diketahui, terdakwa Eko Wahyudi ditangkap jajaran Polres Gresik, Selasa (7/1/ 2020) sekitar pukul 21.15 WIB, di sebuah warung kopi Dusun Bongso Kulon, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Saat itu, terdakwa sedang menjual sabu-sabu tersebut. 

Penulis: Sugiyono

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sugiyono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved