Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Misteri Kematian Gadis 21 Tahun Tewas, Kondisinya Masih Bermukena, Motor & Ponsel Raib

Gadis berusia 21 tahun ditemukan tewas dalam keadaan memakai mukena, HP, dan motor hilang. Simak kronologi selengkapnya!

Penulis: Ficca Ayu Saraswaty | Editor: Januar
ISTIMEWA via Tribun Jateng
Gadis berusia 21 tahun ditemukan meninggal dunia dalam keadaan memakai mukena pada Rabu (13/5/2020) sekira pukul 16.30 WIB di Desa Dongos, Kedung, Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATIM.COM - Inilah misteri kematian gadis di Kabupaten Jepara, tepatnya di Desa Dongos, Kecamatan Kedung. Saat ditemukan, si gadis muda tewas dalam keadaan memakai mukena.

Dalam peristiwa ini, ternyata barang milik korban turut menghilang.

Sejak itu, muncul dugaan jika korban dirampok sekaligus dibunuh.

Gadis berusia 21 tahun itu ditemukan meninggal dunia pada Rabu (13/5/2020) sekira pukul 16.30 WIB.

Saat ditemukan, gadis muda beridentitas Sintya Wulandari itu dalam keadaan mengenakan mukena.

Posisi tubuhnya tergeletak di lantai, mengenakan mukena bagian bawah.

Terlihat darah keluar dari dalam mulutnya.

Diduga gadis muda tersebut merupakan korban pembunuhan.

Nikahi Duda 45 Tahun Lebih Tua, Ibu Tiri Shireen Curhat Sulit Jadi Istri Mark Sungkar: Malu Sendiri

UPDATE Virus Corona Surabaya & Jatim 15 Mei 2020, Kasus Tertinggi di Rungkut, Hotel Khusus OTG Siap

Dilansir dari TribunJateng.com (grup TribunJatim.com ), gadis tersebut ditemukan oleh kakaknya bernama Agus.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian si gadis muda Sintya Wulandari.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus terebut.

Hal itu disampaikan langsung Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto.

"Kita sedang olah tempat kejadian perkara, mohon bersabar menanti hasilnya," ujar AKBP Nugroho.

Ilustrasi mayat wanita
Ilustrasi mayat wanita (Netralnews.com)

Terkait beredarnya kabar ditangkapnya pelaku pembunuhan gadis muda Sintya Wulandari, Nugroho memastikan pihaknya masih mendalami kasus.

Ia pun mengimbau para netizen agar tak sembarang menyebarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait penangkapan pelaku pembunuhan Sintya.

Sebelumnya sempat beredar informasi di media sosial bahwa pelaku pembunuhan diduga adalah pacar korban.

Namun, kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Sosok Indira Kalistha, YouTuber yang Viral dan Trending karena Anggap Enteng Virus Corona

UPDATE CORONA di Tuban Kamis 14 Mei, Pasien Positif dari Klaster Haji Sembuh, Satu PDP Meninggal

Terlebih pihak kepolisian hingga kini masih belum menjelaskan rinci mengenai kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Djohan Andika pun menegaskan pihaknya masih melakukan penelusuran.

"Biarkan kami bekerja dulu," kata dia.

Di sisi lain, AKP Djohan juga meminta netizen tak sembarang membagikan foto kematian korban secara terang-terangan.

"Tolong hormati privasi korban juga," pintanya.

Motor korban hilang

Gadis berusia 21 tahun ditemukan meninggal dunia pada Rabu (13/5/2020) sekira pukul 16.30 WIB di Desa Dongos, Kedung, Kabupaten Jepara.
Gadis berusia 21 tahun ditemukan meninggal dunia pada Rabu (13/5/2020) sekira pukul 16.30 WIB di Desa Dongos, Kedung, Kabupaten Jepara. (ISTIMEWA via Tribun Jateng)

Dalam peristiwa ini, ternyata barang milik korban turut menghilang.

Adapun barang milik korban tersebut antara lain HP dan motor Honda Vario K 6797 AQC.

Sejak itu, muncul dugaan jika korban dirampok sekaligus dibunuh.

Untuk diketahui bahwa korban tinggal serumah dengan 2 kakak kandungnya, Agus (26) dan Indayati (33).

Sementara ayahnya, Sujono telah meninggal 10 tahun lalu, dan ibunya, Namah meninggal 2 tahun lalu.

Kejadian lain seorang SPG ditemukan meninggal di kamar kos

Berawal dari bau menyengat, seorang pemilik kos di Blora temukan wanita dalam kondisi tak bernyawa dalam kamar.

Wanita yang merupakan seorang sales promotion girl ( SPG ) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya kawasan Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2020) siang.

Saat ditemukan jasad wanita berinisial RF (38) itu dalam keadaan sudah membusuk.

Belum diketahui pasti penyebab kematian SPG tersebut.

Kapolsek Blora, AKP Joko Supriyono, mengatakan, penemuan mayat tersebut berawa saat pemilik kos, Tohir (60) mencium bau menyengat dari arah kamar wanita itu.

Selalu Semangat Hibur Sobat Ambyar, Ternyata Ini Obat Mujarab Didi Kempot, Dory Harsa: Tidur Cukup

BNI Gandeng Unair Surabaya Donasikan 1.000 Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19

Tohir yang penasaran tak lantas mengecek kamar RF.

Saat itu, Tohir lebih dulu mengecek keberadaan RF di tempat kerjanya yang berjarak sekitar 300 meter dari tempat kos.

Berdasarkan keterangan rekan kerjanya, ternyata RF sudah tiga hari tak masuk kerja.

Setelah itu, Tohir langsung menghampiri kamar kos RF.

Namun, karena berkali-kali menggedor pintu tak ada respons, pemilik kos akhirnya membuka paksa pintu kos korban menggunakan kunci cadangan sekitar pukul 12.00 WIB.

"Pemilik kos terkejut melihat korban sudah meninggal dunia. Jasadnya membusuk. Kasus ini kemudian dilaporkan ke kepolisian," kata Joko seperti dikutip dari Kompas.com (TribunJatim.com Network ), Selasa.

Seusai identitas kependudukan, korban berasal dari Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Selama ini korban dikenal pendiam dan berkepribadian tertutup.

Pihak kepolisian pun kini masih mendalami kasus penemuan mayat SPG itu.

"Kami masih mendalami kasus ini. Jejak di fisik korban tidak diketahui karena menghitam," Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Setiyanto.

FAKTA BARU Siswi SMP Bunuh Bocah 5 Tahun, Ternyata Korban Pelecehan Seksual, Kini Hamil 3,5 Bulan

Tak Ingin Ada Lonjakan Pemudik, Dishub Jatim Usulkan PSBB Jakarta Diperpanjang sampai Hari Raya Usai

Diduga tewas tiga hari lalu sebelum ditemukan

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat (NET)

Setiyanto mengatakan, RF diduga sudah meninggal dunia tiga hari lalu.

"Tubuh korban membusuk dan menghitam. Diduga sudah meninggal dunia tiga hari yang lalu," kata Setiyanto.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, RF terlihat masih beraktivitas di kamar kos pada Sabtu (9/5/2020).

Bahan RF sempat mengirim pesan WhatsApp kepada rekan kerjanya, Sunarti (32).

Saat itu RF meminta tolong untuk dibelikan makanan dan teh hangat.

Sunarti pun kemudian mengantar pesanan itu ke tempat kos RF.

"Sabtu korban masih terlihat dan meminta temannya supaya diantar makanan dan minuman," jelas Setiyanto.

Selain itu, RF juga sebelumnya sempat mengeluh sakit lambung akibat program diet yang dijalaninya.

"Sebelumnya korban mengeluh sakit kepada teman-temannya. Kami masih mendalami kasus ini," kata Setiyanto saat dihubungi Kompas.com (TribunJatim.com Network ) melalui ponsel, Selasa.

Sejauh ini pihak kepolisian masih berupaya mengecek CCTV yang terpasang di tempat kos korban.

Di sisi lain, polisi kesulitan mengidentifikasi fisik korban yang sudah membusuk.

"Kami masih mendalami kasus ini. Kami cek CCTV," ujar Setiyanto.

Setiyanto menambahkan, proses evakuasi RF dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) pasien terinfeksi Covid-19.

Hal itu sebagai antisipasi penyebara virus Corona ( Covid-19 ) yang kini tengah merebak.

"Sebagai antisipasi. Tubuh korban membusuk dan menghitam. Diduga sudah meninggal dunia tiga hari yang lalu," tuturnya Setiyanto.

(TribunnewsBogor.com/TribunJateng/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Kronologi Gadis 21 Tahun Ditemukan Tewas dalam Keadaan Memakai Mukena, HP dan Motor Hilang

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved