Pengakuan Anggota DPRD Gresik Soal Rp 1 M ke Siswi SMP Korban Perkosaan, Singgung Gugurkan Kandungan

Inilah pengakuan anggota DPRD Gresik soal uang Rp 1 miliar ke siswi SMP korban perkosaan. Simak selengkapnya

Willy Abraham/Tribunjatim
Kandang ayam yang menjadi lokasi pencabulan korban dibawah umur yang berada di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Jumat (1/5/2020). 

Inilah pengakuan anggota DPRD Gresik soal uang Rp 1 miliar ke siswi SMP korban perkosaan. Simak selengkapnya!

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Anggota DPRD Gresik, Nur Hudi Didin Ariyanto menanggapi uang damai sebesar Rp 500 juta dan Rp 1 miliar kepada keluarga korban siswi SMP yang hamil tujuh bulan.

Menurutnya itu bukanlah uang damai untuk mencabut laporan.

"Niat saya ingin membantu korban, makanya saya mendatangi korban dulu barang kali untuk masa depan ini tak negokan nanti tak negokan ke terlapor, jadi sampai saat ini terlapor tidak tahu," ujar Nur Hudi kepada awak media di kantor DPD Nasdem jalan Veteran, Kamis (14/5/2020).

Uang sebesar Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar itu tanpa sepengetahuan terlapor.

Bulan Ramadhan, Surabaya Malah Dijadikan Tempat Expo Prostitusi Online, PSK Didatangkan dari Bandung

China Meradang & Tantang Prancis, Minta Kontrak Senjata dengan Taiwan Dibatalkan, Lihat Ancamannya!

Nah karena keluarga korban hingga keluarga korban menolak dia sudah tidak menghubungi lagi.

"Terlapor kaget karena inisiatif saya sendiri. Berhubung korban tidak sepaham yasudah tidak terjadi apa-apa setelah itu tidak ada hubingan apa-apa lagi," kata dia.

Disinggung mengenai uang damai untuk mencabut laporan di polisi.

Nur Hudi membantah keras, dengan nada lantang, politisi Nasdem ini menyebut tidak ada niat sedikitpun untuk mempengaruhi keluarga korban agar mencabut laporan di polisi.

Apalagi, ada pemberitaan terkait dirinya menyarankan untuk digugurkan.

Hal ini, membuat Nur Hudi naik pitam.

Dikatakannya, tidak ada pernah melontarkan kata-kata digugurkan kepada kandungan korban.

"Saya dianggap menggugurkan, bahasanya macam-macam ada 2.000 komentar di Facebook menghina saya . Padahal niat saya betul-betul memfasilitasi korban karena ini keluarga. Malah saya sarankan kalau digugurkan itu malah dosa. Sekali lagi, saya menawarkan Rp 500 juta dan Rp 1 miliar untuk kekeluargaan disini bukan hntuk membatalkan hukum," pungkasnya. (wil)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved