Virus Corona di Jawa Timur

DPD Projo Jatim : BLT Untuk Warga Harus Diterima Sebelum Hari Raya Idul Fitri

Dewan Pimpinan Daerah Projo Jawa Timur sangat mendukung adanya instruksi Menteri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Percepatan Penyaluran BLT Dana Desa

istimewa
Ketua Kominfo Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Jawatimur , Azhari Hasan memberikan bantuna ke wartga yang terdampak Covid-19. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dewan Pimpinan Daerah Projo Jawa Timur sangat mendukung adanya instruksi Menteri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Percepatan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dalam menghadapi situasi masa sulit di pendemi virus virus Corona atau Covid-19.

Pagi ini, Kamis (21/5/2020) di sela-sela acara di Royal Plasa, Surabaya, Dewan Pimpinan Daerah Projo Jawa Timur dalam konferensi pers virtual Menteri Desa, Rabu, 20 Mei 2020 kemarin bahwa Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar dengan menerbitkan Instruksi Menteri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan percepatan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

 "Menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebelum tanggal 24 Mei 2020 bisa diterimakan kepada rakyat warga di desa. itulah poin perhatiannya Instruksi Menteri Desa tersebut," kata Ketua Kominfo Dewan Pimpinan Daerah Projo Jawatimur , Azhari Hasan.

Azhari Hasan mengatakan, bantuan sosial (bansos) berupa bantuan langsung tunai ( BLT) dari Dana Desa Covid-19 ini harus diterima rakyat sebelum tanggal 24 atau paling lambat tanggal 24 pekan ini.

 "Saya berharap penyaluran distribusi bansos Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pihak Pemdes bisa mengajak Forpimka, tujuannya bersama-sama menjaga dan melihat langsung kondusifitas desa, pendistibusian ini bertepatan Hari Raya  Idul Fitri 1441 H pekan ini. Cipta kondisi rakyat harus tetap senang, aman juga bahagia bersama keluarga dirumah meskipun himbauan pemerintah tidak boleh anjang sana ajang sini, stay at home tetap gembira dan sehat,” harapnya.

 Azhari Hasan menambahkan, sebelum lebaran rakyat Jawa Timur diharapkan sudah merima BLT sebesar Rp 600.000 selama 3 bulan jika di total sebesar Rp1,8 Juta.

Surat Edaran Kemenag Sampang Jelang Hari Raya Idul Fitri, Warga Dilarang Gelar Takbir Keliling

Kerap Diperlakukan Istimewa oleh Suaminya, Bella Shofie Pelan-pelan Hijrah & Berhijab: Butuh Proses

Ketua DPD RI La Nyalla Ingin Lumbung Pangan Jatim Digelar Sepanjang Tahun di Setiap Daerah

"Jelas ini intruksi Menteri, bukan instruksi bakul bakso (tukang bakso) diintruksikan para perangkat desa Pj/kepala desa, sekretaris desa , bendahara desa dan perangkat desa datang ke RT/RW. Kuncinya diproses itu saja, intinya perekrutan calon penerima dimaksud sampai finalisasi dipastikan tidak keliru bila RT/RW diajak mendata ," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

 Bagi para perangkat desa menurut Azhar Hasan, tidak hanya menerima data, namun sekretaris desa harus mencatat dan mengecek para calon penerima BLT.

"Cek datangi RT/RW dan ajak perangkat desa, jangan hanya klewar klewer (jalan-jalan) saja kesana kemari. Sebagai pelayan warga jangan sampai ada tertinggal, utamakan yang warga yang keadaan sakit, apalagi ada warga difabel (cacat permanen) harus diutamakan, apalagi ambil keuntungan pada bansos ini, jangan sampai,” jelas Azhari.

Selain itu kata Azhari Hasan, apabila benar-benar ada yang sakit kronis atau sakit permanen sekali lagi kami katakan jangan sampai tertinggal apalagi sengaja tidak masukkan.

Halaman
12
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved