Virus Corona di Surabaya

Makeup Artis dan Desainer Sepi Order, Dyan Nugra Banting Stir Bikin Kue Kering

Tidak ada kamus menyerah dalam masa seperti saat ini, masa pandemi wabah virus Corona atau Covid-19 dimana semua sector hamper terimbas.

wiwit/surya
Makeup artis dan desainer Dyan Nugra dibantu anak anaknya membuat kue kering 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tidak ada kamus menyerah dalam masa seperti saat ini, masa pandemi wabah virus Corona atau Covid-19 dimana semua sector hamper terimbas.

Tak terkecuali dunia fashion desainer dan make up artis yang seperti dikerjakan Dyan Nugra. Tak ingin larut dalam kondisi yang tidak menentu, Dyan bersama anak anaknya akhirnya membuat kue kering Grunchy bites.

Usaha rumahan yang dijalankan ini sebetulnya sudah hampir setahun lalu. Namun saat ia tidak terlalu fokus karena selain jasa makeup artis dan desainer masih ramai, anaknya yang kini membantunya juga sedang sekolah untuk mendalami bidang pembuatan kue .

Awal Maret 2020 kemarin saat kondisi sudah benar benar tidak ada kepastian karena pandemi virus Corona atau Covid-19 mereka langsung terjun untuk mulai membuka order kue kering.

“Sempat drop, bingung.Tapi life must go on, tidak bisa terus menerus meratap,” tukasnya kepada TribunJatim.com.

Selain kue kering juga ada makanan yang semuanya dijalankan melalui pesan antar.

Nagita Slavina Tegas Mundur Diri Jika Raffi Ahmad Punya Istri Lagi Alias Poligami: Konsisten

Kronologi Pria Berjubah Putih Adu Mulut di Check Point Surabaya, Bermula 1 Penumpang Tak Maskeran

Kerap Diperlakukan Istimewa oleh Suaminya, Bella Shofie Pelan-pelan Hijrah & Berhijab: Butuh Proses

Mulailah ia menyiapkan dapur, mengumpulkan bahan dan membuat kue kering seperti nastar, kastangel, lidah kucing, dan lainnya sementara anak anaknya mengemas kue tersebut menjadi kekinian dan memasarkan melalui medsos.

Tidak banyak yang ia buat karean kue buatannya termasuk kelas premium dengan bahan pilihan.

“Kalau ada yang pesan baru kita buatkan, karena bahan bahannya kita pilih yang mahal dan agar modal bisa berputar terus,” ungkap wanita yang pernah belajar kecantikan di Puspita Martha International Beauty School

Kini ia sedikit kewalahan dengan pesanan yang terus berdatangan, masalah harga kata Dyan memang menyesuaikan dengan rasa, dan ia yakin segmen yang ia plih juga sudah paham dengan masalah harga.

Dibantu seorang asisten dan anak anaknya Sania Salsabila, Luhur Rajendra Atallah, dan Fairuz Lazuardi, kini kue kering yang dirintisnya sudah dapat hati di pelangganya.

“Selain mengisi masa PSBB di rumah, ternyata juga membuahkan hasil yang alhamdulillah untuk bertahan di masa sulit seperti ini,” tandasnya. (wiwit purwanto/Tribunjatim.com)

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved