Virus Corona di Tulungagung
Temuan Gugus Tugas Covid-19, Hampir Separuh Warga Tulungagung Enggan Pakai Masker: Perlu Rapid Test
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung kembali melakukan random rapid test di dua titik yang ditentukan, Kamis (21/5/2020).
Penulis: David Yohanes | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung kembali melakukan random rapid test di dua titik yang ditentukan, Kamis (21/5/2020).
Dua lokasi itu adalah Pasar Ngemplak dan area Jembatan Ngujang 2, yang banyak dipakai ngabuburit anak muda.
Di Ngujang dua, banyak anak muda yang melintas tanpa memakai masker dihentikan petugas gabungan TNI, Polisi dan Satpol PP.
• Taktik Busuk Pedagang Sapi di Tulungagung Cabuli Anak Tetangga, Tak Tahan Istri Jadi TKW
• Nafsu Bejat Pedagang Sapi Tulungagung Ditinggal Istri Kerja di Malaysia, Cabuli 5 Anak, Tak Tahan
• Seorang PNS Tulungagung Kena Razia Di Pusat Perbelanjaan, Hasil Rapid Test Reaktif
Mereka kemudian didata dan diminta untuk ikut rapid tes di Pos Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2020, yang ada di lokasi itu.
Hasilnya, dari 30 orang yang dites semuanya menunjukkan hasil nonreaktif.
Demikian juga di Pasar Ngemplak, dari 28 orang yang ikut rapid test semuanya nonreaktif.
“Random rapid test ini dilakukan pada populasi yang sudah direncanakan. Ini penting untuk evaluasi Gugus Tugas ke depan,” terang wakil Juru Bicara Gugus Tugas, Galih Nusantoro.
Secara khusus Galih menyoroti banyaknya warga yang mengabaikan penggunaan masker.
Bahkan Galih mencatat, prosentase ketidakpatuhan warga untuk memakai masker mencapai 50 persen.
Di Jembatan Ngujang 2, warga yang tidak memakai masker sempat dikumpulkan dan diberi nasehat oleh polisi.
“Yang tidak pakai masker itu yang kami hentikan dan minta untuk rapid test,” sambung Galih.
Sikap warga yang acuh juga akan menjadi bahan evaluasi Gugus Tugas.
Nantinya Gugus Tugas akan mendorong peraturan yang mewajibkan penggunaan masker selama pandemi virus corona.
“Sosialisasi sudah dilakukan, anjuran juga sudah dilakukan. Ke depan memang harus diwajibkan,” tegas Galih.
Dalam dua hari, Gugus Tugas telah melakukan rapid test terhadap 448 orang warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/petugas-medis-mengambil-sampel-darah-untuk-rapid-test.jpg)