Sengketa Yayasan Sunan Ampel Surabaya, Pengurus Tunjuk Adik Menkopolhukam Sebagai Kuasa Hukum

Sengketa antara dua yayasan pengelola Kawasan Religi Masjid Sunan Ampel Surabaya memasuki babak baru.

istimewa
Bachrul Amiq, Kuasa baru yang ditunjuk pengurus yayasan Sunan Ampel Surabaya atas kasus sengketa. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sengketa antara dua yayasan pengelola Kawasan Religi Masjid Sunan Ampel Surabaya memasuki babak baru. 

Perebutan aset religi antara Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel dengan Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Soerabaja makin meruncing pasca pihak tidak dikenal menyegel Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah (STIBADA) Sunan Ampel yang bernaung di bawah Yayasan Masjid Sunan Ampel. 

Ahmad Hifni, Pengawas Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel dan Direktur Lembaga Pengajaran Bahasa Arab (LPBA) MASA menjelaskan kronologi penyegelan yang terjadi pada Rabu (20/5/2020) kemarin. 

"Gedung pendidikan yang sekarang sementara berubah menjadi Unit Usaha Pendidikan yang menopang income Lembaga LPBA MASA ataupun STIBADA MASA itu disegel oleh orang yang saya kira kurang jelas bagaimana menilai orang tersebut sebagai apa," tutur pria yang lekat dengan sapaan Gus Hifni didampingi pengacara Bachrul Amiq di Kantor Law Firm Dr Bachrul Amiq S.H, M H dan Dr Siti Marwiyah, S.H, M.H yang juga adik Menkopolhukam Mahfud M.D, Kamis (21/5/2020) petang.

Kejadian bermula setengah bulan yang lalu. Saat seseorang tiba-tiba datang memberi sosialisasi kepada penghuni Unit Usaha Pendidikan Masjid Agung Sunan Ampel.

BERITA TERPOPULER JATIM: Hoaks Jembatan Suramadu Ditutup hingga 502 Kasus Baru Covid-19 di Jatim

Nasib Miris Perawat Viral Pakai Bikini di Balik APD, Stres Tinggi, Aliansi Dokter Bela Mati-matian

Formasi Baru Band Lare Jawi Didi Kempot Diekspos Yan Vellia si Istri, Fans Kecewa Dory Harsa Keluar?

Mereka memberitahukan kepada para karyawan yang menjalankan aktivitas di gedung. Orang tersebut meminta gedung supaya dikosongkan.

Sempat terjadi perseteruan dan tanya jawab atas maksud dan tujuan kedatangan orang yang mengaku sebagai urusan dari Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Soerabaja pemilik dari sertifikat Masjid Sunan Ampel. 

"Teman-teman di situ bertanya, apa yang bisa membuktikan anda sebagai bahwa itu adalah pemilik, sertifikat atau apapun," terang Gus Hifni. 

Lalu pihak tersebut menunjukkan copy dari sertifikat Masjid Ampel tahun 2003. Ternyata dalam copy surat itu sudah ada stempel yang menyatakan bahwa Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel telah beralih ke Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Soerabaja. 

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved