Ekspor Tanaman Jatim Meningkat di Musim Lebaran 2020, Bucephalandra Cetak Rp 70 Juta

Karantina Pertanian Surabaya menyatakan di musim Lebaran 2020, ekspor tanaman di Jawa Timur kian lancar, ekspor tanaman hias mencapai Rp. 70 juta.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya menyatakan di musim Lebaran 2020, ekspor tanaman di Jatim kian lancar. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya menyatakan di musim Lebaran 2020, ekspor tanaman di Jawa Timur kian lancar.

Itu terbukti, tepat menjelang H  -1 pihaknya tetap memfasilitasi ekspor tanaman hias Bucephalandra sebanyak 250 pohon ke Jepang.

Terkait produknya adalah produk pertanian sub sektor hortikultura dengan nilai Rp 5 juta rupiah milik petani muda asal Jawa Timur (Jatim) yakni Afrian.

Dugaan Pemicu Adik Via Vallen Tertular Covid-19 Dikuak, Via Ungkap Kebingungan, Postingan Banjir Doa

Jawaban Tante Ernie Diminta Pilih Hotman atau Ariel Noah, Feni Rose Geli Alasannya, Bener Banget

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi.

"Selain Jepang, berdasarkan catatan kami, komoditas ekspor ini diminati oleh Vietnam dan Amerika juga," kata Musyaffak Fauzi, Senin (25/5/2020) di Surabaya.

Musyaffak juga menjelaskan, dari data sistem otomasi Badan Karantina Pertanian (Barantan) yaitu IQFAST (Indonesia Quarantine Automatic Full System) di wilayah kerjanya terjadi peningkatan kinerja ekspor produk ini dibanding tahun sebelumnya.

Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi setelah Makan Makanan Bersantan di Hari Lebaran, Pakai Jeruk Lemon

Antisipasi Sampah Menggunung, DLH Kabupaten Sampang Bakal Bangun 2 TPA Baru

Pada kuartal pertama tahun 2020 mencapai 2.046 pohon, sementara pada periode yang sama ditahun lalu hanya 1.740 pohon.

"Cukup signifikan kenaikannya sebesar 18%, padahal kondisi saat ini serba terbatas akibat pandemi Corona ( Covid-19 )," tambahnya.

Secara keseluruhan di sepanjang tahun 2019, Musyaffak menerangkan, ekspor Bucephalandra tercatat sebanyak 20 kali atau 3.382 pohon dengan nilai mencapai Rp 70 juta.

"Berkaca dari kesemua itu, sinergistas dengan berbagai pihak, khususnya instansi pembina petani terus kami tingkatkan. Harapannya dapat lebih meningkatkan jumlah eksportir atau negara tujuan. Hal ini sesuai dengan gagasan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) dalam Gerakan Tigakali Lipat Ekspor atau Gratieks. Pasarnya ada, kita terus dorong petani untuk berproduksi," jelasnya secara rinci.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved