Breaking News:

PSBB Gresik

PSBB ke Tiga di Gresik Protokol Kesehatan Mulai Tingkat RT

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang hingga 8 juni kedepan di Surabaya Raya termasuk Kabupaten Gresik.

SURYA/WILLY ABRAHAM
Pengendara motor masih banyak yang tidak pakai sarung tangan di perbatasan Gresik-Surabaya jalan Veteran, Selasa (28/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang hingga 8 juni kedepan di Surabaya Raya termasuk Kabupaten Gresik.

Pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketiga ini, Pemerintah Kabupaten Gresik meningkatkan protokol kesehatan mulai tingkat RT hingga perusahaan dan pasar.

Hal ini sebenarnya sudah dilakukan di PSBB II namun lebih ditingkatkan lagi. Guna menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Karena pasien positif Covid-19 di Gresik paling banyak berasal dari klaster luar Gresik sendiri.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengatakan, perusahaan yang ada di Gresik wajib membentuk tim gugus tugas Covid-19. Sehingga pengawasan protokol kesehatan di perusahaan lebih disiplin lagi.

"Peningkatan pengawasan protokol kesehatan juga di tingkat Desa, RT/RW, pusat kerumunan seperti pasar," terangnya, Selasa (26/5/2020).

Sementara untuk sentra PKL dan UMKM diperbolehkan buka dengan pembatasan jam, diperbolehkan makan ditempat asal menerapkan physical distancing. Para pembeli wajib menggunakan masker dan cuci tangan terlebih dahulu.

Tergiur Iming-iming Upah Besar, Mahasiswi Ini Nekat Jadi Kurir Narkoba, Kini Dituntut Hukuman Mati

6 Akun Tik Tok Termahal di Dunia, Sekali Posting Video Bernilai Miliaran Rupiah, Siapa Saja?

UPDATE Corona di Surabaya & Jatim Selasa 26 Mei 2020, Kasus Positif Capai 3875, Jumlah Sembuh 506

"Kami juga akan lebih berkonsentrasi membatasi mobilitas warga dari dan ke Surabaya," papar orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Nadlif menuturkan ada beberapa hal yang akan menjadi fokus pada PSBB jilid III ini. Salah satunya di lingkungan perusahaan. Hal ini menjadi perhatian serius.

"Kami akan memperketat protokol kesehatan di lingkungan perusahaan atau pabrik, karena selama ini antara pintu masuk dan keluar untuk karyawan tidak ada perbedaan," tuturnya.

Nadlif mencontohkan salah satu perusahaan bergerak di bidang makanan mie instan. Disana jumlah karyawan sebanyak ribuan.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved