Sepak Bola saat Wabah Virus Corona

Alasan Madura United Tetap Ngotot Usulkan Kompetisi Musim ini Dihentikan Permanen

Madura United tetap konsisten pada pernyataan kompetisi musim ini tidak dilanjutkan, ada banyak pertimbangan. Apa saja?

BolaSport.com dari Instagram MADURAUNITED.FC
Skuad Madura United usai melakoni laga uji coba kedua kontra Terengganu FC dimana mereka kalah 0-2 dari tim tuan rumah di Stadion Sultan Ismail Nasiruddin Shah, Malaysia pada Jumat (24/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM - Madura United masih tetap pada pendiriannya yang menginginkan kompetisi musim ini tidak dilanjutkan, akibat pandemi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia belum usai.

Itu disampaikan Dirut PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq, pada rapat virtual bersama-sama dengan perwakilan 18 klub peserta Liga 1 2020, yang dipimpin oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI ) dalam hal ini, Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, Rabu (27/5/2020).

"Kalau tidak salah, kami bersama-sama dengan 12 klub Liga 1 lainnya juga menyampaikan sikap yang sama (kompetisi tidak lanjut) dengan komposisi 1 abstain dan 5 klub lainnya menyepakati kompetisi tetap berlanjut," terang Ziaul Haq, Rabu (27/5/2020).

Ditambahkan pria asli Madura itu, Madura United tetap konsisten pada pernyataan kompetisi tidak dilanjutkan atas banyak pertimbangan, dan tentunya juga saran bagi PSSI agar lebih mudah dalam merencanakan program berikutnya di tahun 2021.

"Karena melanjutkan kompetisi, bukan semata-mata hanya Liga 1 yang harus dilanjutkan. Namun, seluruh kasta kompetisi harus dijalankan seluruhnya, baik Liga 1 sendiri, Liga 2, dan Liga 3," tegasnya.

Bisa Pengaruhi Program Tim, Manajer Persebaya Surabaya Desak PSSI segera Tentukan Nasib Liga 1 2020

Manajemen Arema FC Berharap Liga 1 Pakai Sistem ISC untuk Hak Komersial: Ada Ranking, Ada Rating

Apalagi ia menilai, arah dari dilanjutkannya kompetisi bukan semata hanya menjalankan kompetisi. Tetapi penentuan hasil akhir sebagai reward ada juara, ada yang degradasi.

Demikian juga di Liga 2, ada yang promosi dan ada yang terdegradasi, pun juga dengan Liga 3.

"Lebih-lebih, masih terlalu dini membahas kelanjutan kompetisi, karena hingga saat ini pucuk pimpinan di PT Liga Indonesia masih belum terisi sepenuhnya seusai pengunduran diri komisaris dan direktur umum," katanya.

Apalagi, keputusan tidak melanjutkan kompetisi jelas Ziaul Haq juga soal keselamatan banyak pihak karena hingga saat ini pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda akan selesai.

Soal Kelanjutan Nasib Liga 1 2020, Dua Penggawa Madura United Pasrah dengan Keputusan PSSI

Selain Latihan, Bek Persela Lamongan Novan Setya Sasongko Sibuk di Dapur selama Liga 1 2020 Mandek

"Yang utama dari kami tentang pilihan agar kompetisi tidak dilanjuutkan lebih pada keselataman semua pihak yang akan bekerja langsung dengan pertandingan. Baik itu, pemain, medis, perlengkapan maupun perangkat pertandingan," jelasnya.

"Meski saat ini pemerintah sudah mempersiapkan pola hidup baru yang disebut new normal, namun, untuk saat ini kami masih dihadapkan dengan situasi bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia masih belum sepenuhnya berhasil, justru makin ada peningkatan pasien yang terinfeksi,” pungkas Ziaul Haq.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Khairul Amin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved