Virus Corona di Magetan

Bentuk Kampung Tangguh, Antisipasi Kelangkaan Pangan di Dusun Terisolasi di Magetan

Kabupaten Magetan adalah wilayah yang terpapar virus Corona atau Covid-19 dari cluster Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

Surya/ Doni Prasetyo
Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana seusai melaunching 'Kampung Tangguh Semeru' di Dusun Karanglo, Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, menyempatkan diri bincang bincang dengan tokoh masyarakat dan tokoh umat beragama. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kerja keras tim yang di motori aparat setempat, merupakan solusi mengatasi masalah kelangkaan pangan di daerah terisolasi akibat berjangkitnya wabah virus Corona atau Covid-19 dengan cara membuat kampung mandiri yang disebut 'Kampung Tangguh Semeru'.

"Pemberlakuan 'social distancing’ atau ‘pembatasan sosial’ di satu wilayah, cepat atau lambat berakibat terjadinya kelangkaan pangan di wilayah yang diisolasi, kerja keras tim membuat 'Kampung Tangguh Semeru' sehingga membuat kemandirian pangan diwilayah terisolasi ini," kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana didampingi Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir Palevi kepada Surya, Jumat (29/5).

Dikatakan Kapolres AKBP Festo Ari Permana , Dusun Karanglo, Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, salah satu dari tiga Kampung Tangguh Semeru di Magetan yang ide awal dari Kapolda Jawa Timur sebagai antisipasi kelangkaan pangan di wilayah isolasi.

"Kampung Tangguh Semeru ini merupakan inisiasi Bapak Kapolda Jatim, kemudian dilontarkan kepada jajaran, sebagai antisipasi kelangkaan pangan di wilayah isolasi," kata AKBP Festo Ari Permana.

Diungkapan AKBP Festo Ari Permana , Dusun Karanglo, Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan adalah wilayah yang terpapar virus Corona atau Covid-19 dari cluster Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

Selama PSBB, Ribuan Warga Gresik Belum Menerima Dana JPS

Tersangka Kasus Bakar Remaja di Trenggalek Menyerahkan Diri ke Polisi, Diantar Saudaranya, Sadar

Beda Mencolok Gaya Lebaran Saputri & Anak Tanpa Didi Kempot, Lihat Warna Pakaian, Anak: Jagain Mama

"Akibat diisolasi ini sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) mengeluh kesulitan mencari bahan makanan karena tidak diperkenan keluar rumah sebagai wilayah dengan status 'social distancing’ atau ‘pembatasan sosial' sebagai upaya menghentikan pandemi Covid 19 ini," ujar AKBP Festo Ari Permana  dibenarkan Kapolsek Munir Palevi.

Menanggapi keluhan ini, lanjut Festo, teman teman di Polsek Plaosan punya ide membuat kolam minimalis yang bisa memenuhi gizi dan sayur mayur yang di butuhkan setiap keluarga di Dusun Karanglo, Desa Bogoarum.

"Setiap KK disini menyediakan drum atau bak yang bisa dibuat budidaya ikan air tawar atau lele yg tahan penyakit, kemudian untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur, diatas kolam drum atau bak ikan diberi pot pot plastik untuk menanam sayur bayam, kangkung dengan media tanam air atau bertanam secara hidroponik," kata Kapolres Festo, dianggukkan Kapolsek Munir Palevi.

Dusun Karanglo, tambah Kapolres Festo Ari Permana, terdapat sebanyak 100 KK, dusun ini dilakukan isolasi setelah dua warga setempat dari cluster Temboro, Desa Bogoarum, positif terpapar virus Corona atau Covid-19, namun kedua warga itu sudah diisolasi di ruang khusus yang kini sudah menunjukan kesembuhan.

"Sejak berstatus social distancing’ atau ‘pembatasan sosial,’ warga disini jadi seperti terasing, karena benar benar menerapkan anjuran isolasi mandiri sesuai profokol kesehatan. Warga tidak keluar rumah selama isolasi, akibatnya mereka kesulitan kebutuhan hidup. Namun sejak adanya budidaya ikan dan sayur, alhamdulillah, semua tercukupi di halamannya sendiri," pungkas Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved