Virus Corona di Surabaya
127 Anak-anak di Surabaya Terpapar Covid-19, Pemkot Libatkan Dokter Spesialis untuk Perawatan
Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya ungkap 127 anak terpapar. Begini tindakan Pemkot Surabaya.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terpapar virus Corona ( Covid-19 ).
Perhatian itu diberikan dengan melibatkan Dokter Spesialis Anak secara khusus dalam merawat anak-anak yang terpapar.
Data terakhir Dinas Kesehatan (Dinkes), di Surabaya ada sekitar 127 anak yang terpapar Covid-19.
• Sopir Truk Lompat Kamar Bocah SMA di Blitar, Ternyata Sudah Hamil Dua Bulan
• Jelang Risma Lengser dari Jabatan Wali Kota Surabaya, Begini Pengakuan Risma Soal Langkah ke Depan
Menurut Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, rata-rata mereka tertular dari lingkungan terdekatnya seperti orang tuanya.
"Ada yang dirawat di rumah, di rumah sakit enggak terlalu banyak," kata Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita, Senin (1/5/2020).
Usia mereka beragam, dengan rincian, ada 36 kasus yang menyerang akan usia 0-4 tahun. Selain itu, ada sekitar 91 anak dengan usia 5 hingga 14 tahun di Surabaya.
• Ratusan Warga Rungkut Surabaya Jalani Tes Swab Massal Deteksi Covid-19, Mobil PCR BNPB Dikerahkan
• Deteksi Sebaran Corona, Ratusan Tenaga Medis di Tuban Jalani Rapid Test, Ada 7 Orang Reaktif
Mereka yang dirawat di rumah sakit ditempatkan di ruang anak dan ditangani secara khusus oleh dokter spesialis.
Sedangkan pasien anak yang terpapar dan dirawat di rumah, juga tak lepas dari peran orang tua, sehingga pihak Puskesmas setempat juga turut memantau secara intensif.
Selain itu, juga berkonsultasi dengan dokter spesialis. Itu artinya, baik di rawat di rumah sakit maupun di rumah masing-masing dokter spesialis anak-anak tetap dilibatkan.
• Login www.pln.co.id untuk Dapat Token Listrik Gratis Juni 2020 atau Chat WA ke 08122123123
Sementara itu, jika yang terpapar Covid-19 adalah sang orang tua, Feny mengatakan mau tidak mau memang harus menyentuh anak dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Seperti, saat sebelum memegang bayi, maka orang tua wajib menggunakan hand sanitizer dan face shield.
“Mencuci tangan dan pakai hand sanitizer,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya itu.
Dia juga berpesan, agar para orang tua dapat mempertahankan imun tubuhnya, terutama saat dirinya atau anaknya yang terkonfirmasi. Apalagi, para ibu yang mengasuh anaknya.
Sebelumnya, bagi anak yang menjalani isolasi di Asrama Haji Sukolilo, Pemkot juga memberikan perhatian lebih.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengirimkan mereka mainan dan buku bacaan agar mereka tak bosan dan tetap merasa senang.
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sebaran-corona-klaster-mall-di-surabaya.jpg)