Sopir Truk Lompat Kamar Bocah SMA di Blitar, Ternyata Sudah Hamil Dua Bulan

Ulah sopir truk yang sat ini menggegerkan warga Desa/Kecamatan Kademangan, Blitar, Jawa Timur. Sebab, malam-malam ia tertangkap basah melompat pagar

Free Press Journal
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Ulah sopir truk yang sat ini menggegerkan warga Desa/Kecamatan Kademangan, Blitar, Jawa Timur. Sebab, malam-malam ia tertangkap basah melompat keluar kamar bocah siswi kelas 3 sebuah SMA negeri Kabupaten Blitar, korban, In (17).

Karuan, kelakukan tak terpuji si sopir truk itu mengundang emosi keluarga korban, bahkan para tetangganya juga. Akhirnya, malam itu kasus itu jadi ramai dan si sopir dihadirkan ke balai desa setempat. Hasilnya, kasus itu bisa didamaikan, dengan catatan pelaku tak mengulangi perbuatannya lagi.

Namun diluar dugaan, ternyata si korban, beberapa hari kemudian terkuak kalau si korban sudah hamil dua bulan.
Akhirnya, kasus ini tak bisa dituntaskan di balai desa karena keluarga korban tak terima dan melapor ke Polres Blitar.
Berikutnya, si sopir truk yang diketahui berinisial Zr (23), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan ini langsung diamankan di Polres Blitar.

"Karena keluarga korban sudah melapor dan si pelaku sudah mengakuinya (dugaan persetubuan anak di bawah umur), maka ia sudah kami tahan," kata Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya kepada TribunJatim.com, Senin (01/6).

Menurut Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, kasus itu bermula dari pelaku yang sering nongkrong di depan rumah korban. Itu karena pelaku bekerja di dekat rumah korban, yakni sebagai sopir truk. Sambil menunggu muatannya (telur yang akan dikirim), ia sering duduk-duduk di tepi jalan kampung, yang ada di depan rumah korban.

Wajib Bermasker Di Polrestabes, Warga Tak Akan Dilayani Jika Tak Pakai Masker

Melebihi Kapasitas, Perahu Wisatawan Terbalik di Pulau Bawean Kabupaten Gresik

Layanan Pengadilan Agama Surabaya Selama Pandemi Tetap Buka, Pengajuan Gugat Cerai via e-Litigasi

Mungkin, karena sering melihat korban, pikiran pelaku akhirnya terdorong untuk menggodanya. Awalnya, memang hanya iseng, lalu minta facebook (FB). Tak puas hanya chatting lewat FB, pelaku kemudian minta nomer telepon seluler korban.

"Namanya, anak-anak ya nggak paham atau tak sadar kalau itu sebuah trik atau perangkap. Setelah diberi nomer telepon selulernya, pelaku sering menggoda korban. Katanya, digoda lewat WA," paparnya kepada TribunJatim.com.

Begitu kian akrab, pelaku mulai melancarkan aksi tipu dayanya. Salah satunya, pernah suatu hari, pelaku dirayu dengan diajak jalan-jalan. Katanya, diajak cari makan dengan dibonceng sepeda motor oleh pelaku.

"Ia diajak jalan-jalan ke kota (Kota Blitar, yang berjarak sekitar 7 km). Setelah diajak makan, korban diantarkan pulang dan orangtua korban tak tahu," ungkapnya.

Puncaknya, Februari 2020 lalu, di saat korban di rumah sendirian, pelaku memberanikan diri bertamu. Mereka ngobrol di ruan tamu karena saat itu masih dalam proses pendekatan. Mungkin, karena rumah korban sepi dan tahu korban siang itu hanya sendirian di rumah, pelaku yang sudah beristri dengan satu anak itu, mendadak punya niat jahat. Korban dipaksa masuk ke dalam kamarnya.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved