Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Ibadah Haji 2020 Ditiadakan, Uang Calon Jemaah Haji Bisa Kembali? Begini Penjelasan Kemenag Tuban

CJH Tuban yang mestinya berangkat tahun 2020 harus ditunda berangkatnya di tahun 2021. Lalu apakah uang calon jemaah haji bisa kembali?

ISTIMEWA
Ilustrasi calon jemaah haji 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) tahun 2020 dibatalkan, sebagaimana yang disampaikan Menteri Agama, Fachrul Razi, di kantornya, Selasa (2/6/2020).

Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terdapat 1.294 calon jemaah haji yang gagal menunaikan rukun Islam kelima tahun ini, akibat pandemi virus Corona atau Covid-19 yang belum berakhir.

CJH yang mestinya berangkat tahun 2020 harus ditunda berangkatnya di tahun 2021, begitupun seterusnya.

Lalu apakah uang calon jemaah haji bisa kembali?

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, mengatakan, untuk ongkos naik haji (ONH) tahun ini sekitar Rp 38 juta.

Angka tersebut disetor di awal Rp 25 juta, kemudian sisanya sekitar Rp 13 juta masuk dalam tahap pelunasan.

UPDATE CORONA di Tuban Selasa 2 Juni, Tambah 7 Kasus Positif, 4 Orang dari Klaster Tambakboyo

Ibadah Haji 2020 Ditiadakan karena Pandemi Belum Berakhir, 1.294 CJH Asal Tuban Gagal Berangkat

Dengan ditundanya pelaksanaan haji tahun ini, maka uang yang bisa dikembalikan atau diambil oleh CJH adalah sebatas uang pelunasan.

"Yang bisa dikembalikan yaitu uang pelunasan, mau diambil atau tidak disilakan, yaitu yang sejumlah Rp 13 juta," ujarnya saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, untuk uang pendaftaran yang senilai Rp 25 juta tidak bisa diambil, karena uang itu sudah terkunci (lock).

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved