Virus Corona di Surabaya

Dua Hari Rapid Test Massal di Terminal Keputih Surabaya, 188 Orang Dinyatakan Reaktif Covid-19

Tes massal di Terminal Keputih Surabaya, yang diikuti 739 warga, mendapati hasil reaktif rapid test sebanyak 62 orang.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Warga sedang mengantre rapid test dan tes swab massal di Terminal Keputih Surabaya, Jumat (5/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Poliklinik Badan Intelijen Negara (BIN), dr Sri Wulandari, melaporkan hasil pemeriksaan rapid test dan tes swab massal yang berlangsung di Terminal Keputih, Surabaya, Jumat (5/6/2020).

Tes massal yang diikuti 739 warga itu, mendapati hasil reaktif Covid-19 sebanyak 62 orang.

"Untuk keseluruhan hari ini yang datang ada 739 orang dan yang reaktif ada 62," kata dr Sri Wulandari saat dihubungi, Jumat (5/6/2020).

Lebih lanjut, ia juga membeberkan hasil terakhir pada pemeriksaan hari sebelumya.

Tercatat ada 1.054 warga yang mengikuti tes dan yang reaktif Covid-19 sebanyak 126 orang.

Pegawai PDAM Surabaya Meninggal Viral di Medsos, Gugus Tugas Jatim: Terindikasi Seperti Covid-19

Sambut Era New Normal, Masjid Al Akbar Surabaya Buat Green Toilet, Terapkan Physical Distancing

Sedangkan bagi warga yang memiliki hasil reaktif itu, kata dr Sri Wulandari, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan lanjutan. Yaitu tes swab.

"Reaktif yang didapat kemarin dan hari ini sudah kami langsung swab tinggal tunggu hasilnya," ucapnya.

Setelah hasil tes swab keluar, pihaknya akan melaporkan kepada Dinas Kesehatan Surabaya.

Validasi Data Siswa PPDB Surabaya 2020 Diperpanjang, Pendaftaran SD SMP Negeri Dibuka Mulai 15 Juni

Sejumlah Orangtua Murid di Kota Madiun Khawatir Bila Sekolah Kembali Dibuka Juli Mendatang

Di kesempatan itu pula, dr Sri Wulandari juga mengakui cara Pemkot Surabaya menyediakan 200 kursi yang ditata berjarak, mampu mengantisipasi terjadinya kerumunan massa setelah hari sebelumnya terjadi.

"Sudah aman banget dan tertib. Tadi kami dibantu dengan Linmas, satpol PP, dan kamtibmas lainnya untuk menjaga biar tidak ada kerumunan lagi," tutupnya.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved