Breaking News:

Virus Corona di Blitar

Diskominfotik Kota Blitar Lanjutkan Pembangunan Jaringan Fiber Optik Tahap 2 Senilai Rp 1,5 M

Jaringan fiber optik di Kota Blitar dinilai perlu untuk mendukung kegiatan instansi saat memasuki new normal di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Kepala Diskominfotik Kota Blitar, M Aminurchollis, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik ( Diskominfotik ) Kota Blitar tetap melanjutkan pembangunan jaringan fiber optik tahap dua tahun ini.

Jaringan fiber optik dinilai perlu untuk mendukung kegiatan instansi saat memasuki new normal atau normal baru di masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kepala Diskominfotik Kota Blitar, M Aminurchollis, mengatakan, pembangunan jaringan fiber optik tahun ini fokus untuk sekolah dasar (SD).

Diskominfotik akan memasang jaringan fiber optik di 48 titik SD di Kota Blitar.

"Tahun lalu, kami memasang 131 titik jaringan fiber optik di kantor OPD dan lembaga pendukung. Untuk tahun ini, fokus pemasangan di SD, rencananya ada 48 titik," kata Hollis, panggilan M Aminurchollis, Senin (8/6/2020).

Dikatakannya, sebenarnya, anggaran di Diskominfotik juga terkena pemangkasan saat ada realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Gugus Tugas Gelar Rapid Test Massal Pengunjung Kafe di Kota Blitar, 8 Orang Dinyatakan Reaktif

Jelang New Normal, Wali Murid Kota Blitar Tetap Ingin Anak Belajar di Rumah selama Pandemi Covid-19

Tetapi, Diskominfotik tetap mempertahankan anggaran untuk pembangunan jaringan fiber optik tahap dua.

"Anggaran beberapa kegiatan lain di Diskominfotik juga terkena realokasi dan refocusing untuk penanganan Covid-19. Tapi, khusus anggaran pembangunan jaringan fiber optik kami pertahankan agar pekerjaan tetap bisa dilaksanakan tahun ini," ujarnya.

Diskominfotik mengalokasikan anggaran Rp 1,5 miliar untuk pembangunan jaringan fiber optik tahap dua. Anggaran itu untuk memasang jaringan fiber optik di 48 SD di Kota Blitar.

"Pembangunan jaringan fiber optik ini perlu untuk mendukung kegiatan instansi saat normal baru di masa pandemi Covid-19. Jaringan fiber optik memperlancar kegiatan rapat melalui video conference untuk mengurangi tatap muka langsung. Selain itu juga bisa menghemat biaya internet," katanya.

34 Tokoh Agama dan Masyarakat Laporkan Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk di Pendopo ke Polisi

Komisi II Temukan Kejanggalan Pengadaan Rastrada Kota Blitar, Rekanan Tak Punya Alat Ukur Kadar Air

Tapi, kata Hollis, untuk rencana pemasangan 1.500 titik CCTV di lingkungan pada tahun ini harus berkurang banyak.

Anggaran pemasangan CCTV lingkungan dipangkas untuk penanganan Covid-19.

"Tahun ini tetap ada pemasangan CCTV lingkungan, tapi jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 100 titik. Anggarannya terkena realokasi dan refocusing untuk penanganan Covid-19," katanya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved