Virus Corona di Gresik

Pegawai Distributor Es Krim Gresik Demo Protes PHK Sepihak, Tak Peduli Physical Distancing, 'Kecewa'

Pekerja PT Bing Xueren Internasional gelar demo di tengah wabah Corona diduga akibat adanya PHK sepihak. Begini penjelasan Ketua DPC FNPBI, Syahrudin.

SURYA/SUGIYONO
DEMO PHK - Para pekerja distributor es krim unjuk rasa di depan gudang, Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo Kecamatan Kebomas. Massa juga mendirikan tenda untuk menginap jika pihak manajemen tidak ada itikat baik, Senin (8/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Puluhan pekerja PT Bing Xueren Internasional, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, gelar aksi unjuk rasa, Senin (8/6/2020).

Aksi yang digelar di tengah wabah virus Corona ( Covid-19 ) itu diduga akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan. 

Unjuk rasa dilakukan dengan memasang bendera kesatuan serikat pekerja. Kemudian, puluhan massa menggelar tenda untuk persiapan menginap di depan perusahaan.

Tangis Rafathar Pecah Saat Mbak Lala Ditawari Baim Jadi Pengasuh Kiano: Aa Belum Bisa Mandi Sendiri

Fisik Yan Vellia Istri Kedua Didi Kempot Dikomentari Pedangdut ini, Potret Masa Lalu Disorot, Cie

Massa yang lain tetap bergerombol berdiskusi untuk mencari penyelesaian akibat kasus PHK sepihak oleh perusahaan.

Beberapa tuntutan yang diinginkan yaitu para pekerja tetap meminta dipekerjakan kembali, pembayaran upah dibawah upah minimum kota (UMK) dan permasalahan jam kerja yang tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

"Teman-teman juga meminta sisa upah bulan Mei 2020 dan permasalahan THR yang belum terbayarkan," kata Ketua DPC FNPBI, Syahrudin.

34 Tokoh Agama dan Masyarakat Laporkan Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk di Pendopo ke Polisi

Promo Superindo 8-11 Juni 2020, Belanja Tetap Hemat, Diskon Daging Ayam, Brokoli, hingga Buah Anggur

Menurut Syahrudin, puluhan pekerja ini bekerja di distributor es krim, sehingga pekerjaan tidak sesuai dengan jam kerja.

Upah yang diberikan pun tak sepadan dengan UMK Kabupaten Gresik. Rata-rata hanya Rp 2,5 Juta per bulan.

"Terakhir sebelum tutup, diduga ada pemotongan upah tanpa koordinasi dengan teman-teman pekerja, sehingga para pekerja protes terhadap manajemen," imbuhnya.

Isi Buku Putih Terbitan Xi Jinping, Prestasi & Strategi China Atasi Covid-19, Taktik Transparansi

Unjuk rasa disaat pandemi Corona  ( Covid-19 ), para perja tetap bergerombol tanpa physical distancing.

Sementara, para pekerja kecewa terhadap manajemen, karena upaya mediasi sebanyak dua kali tidak pernah dihadiri oleh pihak manajemen. Sehingga serikat pekerja tetap menjalankan unjuk rasa.

"Kita meminta hak kepada manajemen, sebab saat ini kantor ini masih mampu mengirimkan es krim ke agen-agen," imbuhnya.

Petugas kepolisian Polres Gresik dan Polsek Kebomas yang menjaga unjuk rasa hanya bisa mengatur lalu lintas dan melihat kerumunan massa. Sehingga unjuk rasa tetap aman dan tertib.

Penulis: Sugiyono

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sugiyono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved