Aksi Sigap TNI Tak Tinggal Diam Kapal China Cari Ikan di Natuna, 8 Kapal Perang Langsung 'Seruduk'
Mari menilik aksi sigap TNI yang tak tinggal diam saat kapal China mulai kembali mencari ikan di Natuna, langsung dipepet 8 kapal perang!
TRIBUNJATIM.COM - Aparat keamanan dan pertahanan Indonesia sigap saat mengetahui kapal China mulai merambah Natuna kembali.
Aksi sigap TNI tak tinggal diam saat kapal China mulai berlayar di Natuna kembali terekspos belakangan.
Kabar terbaru, ada beberapa cost guard keamanan Indonesia yang menemukan fakta kapal China kembali berlayar di Natuna.
Kesigapan TNI terlihat dari pengiriman 8 kapal perang yang tak tanggung-tanggung langsung menyeruduk area pertahanan.
• Indonesia Mulai Terancam? Alat Canggih China Bisa Pantau Asia Tenggara Diam-diam, Lihat Bentuknya
• Siapa Bilang Indonesia Diam Soal Polemik Laut China Selatan? Lihat yang Dilakukan Tanah Air ke China
Dikutip TribunJatim.com dari Sosok.ID, kabar terbaru menyebut Kapal Coast Guard China membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli.
Sebuah kapal KRI Usman Harun-359 melakukan patroli di sekitar ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Selasa (9/6/2020).

Mengetahui hal tersebut, TNI sigap dan langsung melakukan aksi terbaiknya untuk mengamankan wilayah perairan Indonesia.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) merespons hal tersebut dengan menerjunkan delapan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).
Usaha mengamankan Perairan Natuna, Kepuluan Riau, sekaligus menghalau kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah Indonesia memang sering dilakukan beberapa tahun belakangan.
Mengingat, China kerap mencuri sumber daya alam yang ada di wilayah Indonesia.
• Ahli Sebut Aktivitas Tiongkok di Laut China Selatan Bisa Picu Konflik dengan Indonesia & Malaysia

Jenis KRI yang diturunkan sendiri adalah jenis Corvett dan Frigate, yakni KRI Tjiptadi 381, KRI Teuku Umar 385, KRI John Lie 358, KRI Sutendi Senoputra 378, KRI Usman-Harun 359, kapal KRI Ahmad Yani 351, KRI Karel Satsuit Tubun 356 hingga KRI Tarakan 905 sebagai kapal jenis tanker.
Kedelapan kapal tersebut silih berganti untuk berpatroli melakukan pengamanan wilayah perairan Laut Natuna Utara.
Laporan terbaru mengatakan bahwa TNI benar-benar langsung terjun sesaat setelah mendengar laporan adanya kapal asing memasuki Natuna.
Delapan kapal itu, empat di antaranya terus 'menempeli' sebuah kapal milik China yang berlayar di perairan Natuna.

Selain itu, TNI menerjunkan pesawat intai maritim yakni pesawat Boeing 737 'Camar Emas' dari Skadron Udara 5.