Virus Corona di Gresik
Pasar Krempyeng Gresik Ditutup, Pedagang Liar Nekat Buka Lapak di Trotoar, Ada yang Tak Bermasker
Pedagang liar banyak yang berjualan di atas trotoar depan Pasar Baru Gresik, setelah Pasar Kremyeng ditutup 14 hari.
Penulis: Sugiyono | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Setelah penutupan pasar tradisional, Pasar Krempyeng, Jalan Gubernur Suryo Gresik, pedagang liar banyak yang berjualan di atas trotoar depan Pasar Baru Gresik, Jumat (12/6/2020).
Diduga, para pedagang mencari kelengahan petugas Satpol PP.
Penutupan Pasar Krempyeng, tersebut disebakan ada 10 orang pedagang yang reaktif dan positif Corona atau Covid-19.
Sehingga, tim gabungan dari Pemkab Gresik, Kepolisian dan Kodim 0817 menutup pasar tersebut selama 14 hari.
• Hasil Penelitian Tim UB Malang & BMKG Ungkap Sinar UV Mampu Bersihkan Corona, Berikut Penjelasannya
Sementara, pedagang yang terlanjur membeli barang dagangannya, terpaksa nekat berjualan di atas trotoar depan Pasar Baru Gresik.
Mereka tetap menjual buah-buahan dan kebutuhan pokok lainnya.
Beberapa para penjual tersebut tidak memakai masker.
Ada juga yang tidak mencuci tangan dan tetap bergerombol. Sehingga, dikawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.
• Terjawab di Mana Menkes Terawan Jelang New Normal, Najwa Shihab Beri Pesan, Tiap Diundang Ditolak
• Kisah Pilu Janda Hamil Batal Nikah, Calon Suami Tak Muncul di Hari H, Malu Berujung Libatkan Polisi
Keberadaan pedagang liar di atas trotoar tersebut juga diresahkan pedagang yang di dalam pasar.
Sebab, para pembeli ada yang tidak masuk pasar. Akibatnya, pedagang di dalam pasar menjadi sepi dan dikawatirkan akan terjadi penyebaran Covid-19.
"Seharusnya pedagang liar di trotoar itu ditertibkan. Kita sudah susah-susah beli stan, membayar iuran dan membayar kebersihan, tapi pedagang liar masih dibiarkan," kata Kamisih, pedagang di dalam pasar Baru Gresik.
Padahal, pemerintah Kabupaten sudah menyiapkan tempat cuci tangan dan memberikan imbauan kepada pengunjung serta pedagangang pasar. Bahwa, pasar akan ditutup jika ada yang Covid-19.
• VIRAL Tagihan Listrik Pria di Malang Capai Rp 20 Juta, PLN Beber Fakta Sebenarnya: Tak Ada Kenaikan
Namun, menurut Kamisih, sarana prasarana tersebut dianggap hanya pajangan, sebab masih banyak pedagang liar berjualan di atas trotoar.
"Percuma ada tempat cuci tangan, kalau masih ada jualan liar. Virus bisa masuk dari orang-orang yang membeli di trotoar, sebab tidak cuci tangan dan pedagang juga tidak pakai masker," imbuhnya.
Di pasar Baru Gresik juga ada petugas yang jaga. Namun, pedagang lebih memilih kelengahan petugas untuk tetap berjualan.
Sementara, pasar Krempyeng Gresik jaraknya berdampingan dengan Pasar Baru Gresik dijaga ketat petugas selama 24 jam.
Penulis: Sugiyono
Editor: Arie Noer Rachmawati