Breaking News:

Virus Corona di Banyuwangi

UPDATE CORONA di Banyuwangi Sabtu 13 Juni, Pasien Positif Bertambah 7: ABK hingga Karyawan Pabrik

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono ungkap ada tambahan 7 positif, Sabtu malam (13/6/2020). ABK hingga karyawan pabrik.

Penulis: Haorrahman | Editor: Hefty Suud
Pixabay
Ilustrasi - kasus positif virus Corona di Banyuwangi bertambah 7 orang, Sabtu (13//6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI  - Jumlah pasien positif virus Corona ( Covid-19 ) di Kabupaten Banyuwangi bertambah tujuh orang, Sabtu malam (13/6/2020).

"Hari ini ada hasil 16 swab yang dikirim ke Kabupaten Banyuwangi. Hasilnya 7 dinyatakan positif  dan 9 dinyatakan negatif hasil uji swab-nya," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono, Sabtu malam (13//6/2020).

Dokter yang akrab disapa Rio itu menambahkan, dengan hasil tersebut, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Banyuwangi ada 20 pasien.

Ziarah ke Makam Didi Kempot di Ngawi, Yan Vellia Tak Singgah ke Rumah Saputri: Nanti Setelah 40 Hari

Masih Ingat Purie Andriani Eks Dewi Dewi? Nikahi Dokter Kandungan, Kini Penampilan Berubah Drastis

Dijelaskan Rio, tujuh orang yang hari ini positif terinfeksi Corona merupakan hasil dari pelaksanaan rapid test massal yang digelar PT Pelindo III di Banyuwangi pada 2- 5 Juni 2020.

Rapid test gratis tersebut diikuti 3.000 warga Banyuwangi, termasuk ABK, nelayan, dan peserta umum yang akan berangkat ke Bali. 

"Pada saat hari ketiga pelaksanaan yang diikuti 2.300 orang lebih, saat itu ditemukan lima orang yang hasilnya reaktif. Hari berikutnya juga ditemukan warga yang reaktif. Lalu kepada mereka kami uji swab. Dan hasilnya, hari ini dinyatakan enam orang yang pernah mengikuti rapid test oleh Pelindo dinyatakan positif," beber Rio.

PT Pos Datangi Penyandang Disabilitas dan Lansia Penerima BST Tahap 3 di Wilayah Kepulauan Sumenep

Syok Kakek 70 Tahun di Kediri Bangun Tidur Rumahnya Hangus Terbakar, Warga: Sudah Kali Kedua

Rio lalu merinci pasien positif terbaru. Yakni empat orang ABK dari KMP yang beroperasi di Selat Bali, dan tiga orang karyawan.

"ABK ini bekerja di satu kapal penumpang yang sama. Mereka ada yang berasal dari kecamatan Banyuwangi, Wongsorejo, dan Kalipuro," kata Rio.

"Berikut tiga lainnya karyawati pabrik pupuk yang tercatat sebagai warga Kecamatan kota sebagai pasien 18, lalu karyawan swasta asal Srono sebagai pasien 19. Sementara pasien 20 ber-KTP Tangerang. Selama di Banyuwangi tinggal di Sukowidi Ketapang," imbuhnya.

Lamongan Resmi Punya 2 Ponpes Tangguh, Bupati Fadeli: Cegah Covid-19 di Masa New Normal

Rio mengungkapkan bahwa ketujuh orang tersebut kondisi umumnya secara klinis bisa dibilang baik. Sehingga mereka dapat dikatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Sudah ada yang dirawat di rumah sakit. Sementara yang masih menjalani isolasi mandiri di rumah, akan segera kami isolasi di rumah sakit untuk dirawat lebih lanjut, dan segera diambil swabnya untuk melihat perkembangannya," jelasnya.

Rio menambahkan, terkait semakin banyaknya jumlah orang yang tertular COVID-19, warga diimbau untuk tertib dalam menjalankan instruksi pemerintah dengan menjalankan physical distancing, serta berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari meliputi cuci tangan pakai sabun, etika batuk yang benar, makan yang bergizi dan selalu menggunakan masker. Jauhi kerumunan, bila tidak penting sekali, sementara jangan berpergian luar kota. Itu kuncinya," tambah Rio.

Penulis: Haorrahman

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved