Breaking News:

Pilkada Jawa Timur

5.947 Pengawas Ad Hoc se Jatim Diaktifkan Kembali Bawaslu, Tahapan Pilkada Serentak 2020 Berlanjut

Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur kembali mengaktifkan pengawas Ad Hoc se-Jawa Timur sejak Minggu (14/6/2020).

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi Pemilu 

Khusus untuk daerah yang terdapat calon perseorangan, maka pengawas ad hoc akan terlibat dalam verifikasi faktual dukungan calon perseorangan.

Anggota Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini menambahkan ada sejumlah tantangan kontemporer Pilkada 2020 yang harus diwaspadai para pengawas serta masyarakat umum.

Yakni masalah daftar pemilih, politik identitas, politik uang, dan kampanye hitam.

Menurut Kepala Sekolah Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring Jatim ini, persoalan daftar pemilih kini menjadi isu kontemporer yang perlu dikawal dengan baik.

Berdasarkan Pemilu 2019, pemutakhiran daftar pemilih menjadi salah satu masalah pelik.

Ini Penjelasan Gugus Tugas RSUD Pamekasan & RSU Mohammad Noer Soal Isu Ladang Bisnis Rapid Test

Bahkan, KPU harus sampai dua kali merubah jumlah daftar pemilih.

“Bawaslu sampai memberikan dua kali rekomendasi untuk menjaga hak pilih dengan waktu sampai 60 hari,” tutur Ely.

Selain itu, Ely menyebut pentingnya antisipasi terhadap politik identitas.

Perempuan kelahiran Bangkalan ini menilai bahwa politik identitas ramai digunakan dalam kontestasi Pilkada sejak 2014.

"Kita harus kawal agar Pilkada tidak ada politik identitas. Karena ini akan menggerus terhadap rajutan kebhinekaan kita,” tuturnya.

UPDATE CORONA di Nganjuk Senin 15 Juni, Total Positif Covid-19 Jadi 45 Kasus, 126 PDP, 1.177 OTG

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved