Buron Dua Tahun, Pelaku Pecah Kaca Komplotan Sumatera Diringkus Polisi

Engel alias Abeng (35) warga Kandangan Surabaya ini tak menyangka persembunyiannya terendus polisi.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Tersangka usai ditangkap Tim, Unit Resmob Satreskim Polrestabes Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Engel alias Abeng (35) warga Kandangan Surabaya ini tak menyangka persembunyiannya terendus polisi.

Abeng merupakan buronan polisi setelah dua temannya bernama Kiki Romli (25) dan Bakar Usin (39), terlebih dulu dibekuk anggota Polsek Lakarsantri Surabaya Februari 2018 lalu atas kasus pencurian dengan modus pecah kaca di beberapa wilayah Surabaya.

Abeng bergabung dengan dua temannya asal Kayu Agung, Ogan, Komering Ilir, Sumatera Selatan untuk melakukan aksi di wilayah Surabaya Barat.

Saat itu, komplotan ini tengah beraksi bersama di wilayah Made,Lakarsantri.

Sasarannya adalah Toyota Innova milik Hartonigio (48), warga Rungkut Mapan Tengah.

"Tersangka ini buron sejak dua tahun lalu. Kami bekuk saat kembali ke rumahnya. Dua tersangka lain lebih dulu ditangkap oleh polsek Lakarsantri beberapa saat setelah kejadian," kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, Senin (15/6/2020).

Tiga Rumah Sakit di Pamekasan Layani Rapid Test Mandiri, Ini Rincian Harganya

Kisah Tragis Satu Keluarga di Madura Meninggal Kena Covid-19, Bermula dari Sang Ayah yang PDP

Tak Persoalkan Wacana Liga 2 Banyak Mainkan U-20, PSG Gresik Beri Sinyal Kumpulkan Pemain September

Dalam melancarkan aksinya, komplotan ini hanya berbekal pecahan busi motor untuk memecahkan kaca mobil. Setelah berhasil, mereka menguras barang berharga yang ada di mobil tersebut.

"Mereka belajar modus itu dari teman-temannya di Sumatera. Kemudian mereka gunakan beraksi di Surabaya," lanjut Arief.

Kepada polisi, Abeng mengaku sudah dua kali beraksi bersama dua rekannya asal Sumatera itu.

"Sebelum tertangkap di aksi terkahir itu sudah berhasil sekali. Hasilnya dijual online dan di Madura," akunya kepada TribunJatim.com.

Selain itu, Abeng mengaku jika selama pelariannya ia kerap berpindah tempat.

"Kalimantan, Sumatera. Saya tidak tenang karena tahu kalau dicari polisi. Jadi saya pulang ini karena sudah nyerah," tandasnya.(Firman/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved