Virus Corona di Malang
DLH Kota Malang Siapkan 100 Peti Mati Buat Pemakaman Pasien Covid-19, Protokol Tetap Diterapkan
100 peti mati untuk pemakaman pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pantauan (ODP) disiapkan DLH Kota Malang.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) menyiapkan 100 peti mati untuk pemakaman pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pantauan (ODP).
Sampai saat ini, masih empat peti yang digunakan oleh UPT PPU DLH Kota Malang.
“Sekarang masih empat yang sudah dipakai,” ucap Kepala UPT PPU DLH Kota Malang, Taqruni Akbar, Senin (15/6/2020).
• Ratusan Orang & Pesepeda Padati Alun-alun Tulungagung Tanpa Masker, Gugus Tugas: Sesalkan Perilaku
Dia menerangkan masih sedikitnya peti mati yang terpakai lantaran keluarga pasien positif, PDP dan ODP meninggal menyediakan secara pribadi.
Seperti saat pemakaman di Kecamatan Sukun, keluarga pasien positif Covid-19 membeli peti mati menggunakan uang pribadi dan tidak memakai milik DLH.
“Jadi sampai sekarang belum akan ditambah stoknya karena masih cukup,” jelasnya.
• Akhirnya Anang Hermansyah Curhat Isi Hati, Soal Perasaan Pada 2 Wanita di Hidupnya, Ashanty Bereaksi
• Isi Surat Anak Sirajuddin Mahmud, Pamit & Bahas Calon Bayi Zaskia Gotik, Aqila Beri 1 Pesan ke Ayah
Selain pasien positif Covid-19, peti mati itu juga dipakai oleh mayat tanpa identitas alias Mr atau Mrs X.
Sebab saat ini, seluruh pemakaman mayat tanpa identitas menggunakan protokol kesehatan Covid-19.
“Kami nggak mau petugas dalam bahaya. Makanya seluruh pemakaman wajib pakai protokol Covid-19,” kata Taqruni.
• Kota Malang Belum New Normal Meski Masa Transisi Berakhir, Wali Kota Sutiaji Fokus Tekan Covid-19
Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, jumlah pasien Covid-19 meninggal adalah enam orang.
Sementara PDP dan ODP masing-masing berjumlah 23 dan dua orang.
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Arie Noer Rachmawati