Breaking News:

UPDATE 2 Oknum Polisi Mulyorejo Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Terancam Sanksi Pidana & Pecat

Polrestabes Surabaya tampak tak main-main soal kenakalan oknum anggota baik di Polrestabes Surabaya maupaun polsek jajarannya.

DOUG MENUEZ/GETTY IMAGES
Ilustrasi penangkapan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya tampak tak main-main soal kenakalan oknum polisi baik di Polrestabes Surabaya maupaun polsek jajarannya.

Sejak mencuat dugaan kasus penangkapan dan pelepasan bandar narkoba jenis sabu tanpa proses hukum, dua oknum polisi yang berdinas di Polsek Mulyorejo, F dan A kini terancam hukuman atas kasus lainnya.

Barang bukti bandar berinisial H yang ditangkap dan dilepaskan itu, malah diduga dikonsumsi oleh keduanya bersama seorang warga sipil berinisial AN.

Hasil Tes Urine Dua Oknum Polisi Mulyorejo dan Seorang Warga Sipil Positif Pakai Narkoba

BREAKING NEWS - 2 Oknum Polsek Mulyorejo Surabaya Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Pelapor Oknum Kades Dengan Dugaan Pengancaman di Sumenep, Datangi Kantor Inspektorat Tuntut Hal Ini

Kasus itu pun menjadi atensi pimpinan Polrestabes Surabaya pasca Propam Polda Jatim bergerak menelusurinya.

"Barang bukti sisa sabu dan pipet kaca diakui oleh para oknum tersebut yang digunakan bersama dengan seorang warga sipil berinisial AN di sebuah apartemen kawasan Surabaya Timur yang menjadi safe house mereka," kata salah satu informan yang tak mau namanya disebut.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo membenarkan kejadian tersebut dan kini penanganannya dilakukan secara bersamaan antara fungsi Satresnarkoba dan Sie Propam Polrestabes Surabaya.

"Proses nya ditangani Satresnarkoba Polrestabes Surabaya untuk pidana umumnya dan Sie Propam Polrestabes Surabaya untuk pidana khususnya," kata Hartoyo, Selasa (16/6/2020).

Disinggung apakah ada kemungkinan Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua oknum yang diduga telah mencoreng nama baik korps seragam coklat itu, Hartoyo memastikan akan memberikan tindakan tegas seperti perintah Kapolri.

"Perintah Kapolri dan Kapolrestabes Surabaya jelas. Proses pidananya dan kode etik. Zero Tolereance Abuse Drug," tegas mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya 2014 silam.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved