Indonesia Tak Butuh Bantuan Negara Lain Hadapi China di Natuna, Taktik 'Gila' Diungkap Analis: Siap
Belakangan bocor taktik jitu TNI mengusir China dari Natuna, ternyata Indonesia tidak perlu meminta bantuan negara lain.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Sebagian dari kita mungkin sering mempertanyakan bisakah TNI mengalahkan PLA Navy China yang kekuatannya tak main-main?
Ditambah China saat ini memiliki segudang senjata militer demi mempertahankan keinginan mereka atas sebagian besar wilayah lautan.
Analis mengungkap taktik jitu Indonesia agar bisa mengalahkan PLA Navy China.
Kali ini Indonesia disebut tak butuh bantuan negara lain demi mempertahankan Natuna Utara dan mengusir kapal pencuri ikan.
• Yan Vellia Buktikan Kondisi Hubungan dengan Saputri, Ramai Pujian, Video Baru Disoroti: Terima Kasih
• VIRAL Curhatan Wanita Sukses Atasi Tagihan Listrik PLN yang Membengkak, Proses Mudah dan Tak Lama
Dikutip TribunJatim.com dari Sosok.grid.id, seorang analis mengungkap taktik jitu yang digunakan militer Indonesia untuk mengusir PLA Navy China dari Natuna Utara.
Memang patut diakui secara teori dan praktek, Jika PLA Navy China masih diatas angin dari TNI AL.
Beda urusan jika saat ini dekade 1960-an dimana angkatan perang Indonesia unggul telak dibanding China.

Namun roda zaman berputar dimana China membangun militernya secara besar-besaran dan saat ini hanya bisa dikalahkan oleh Amerika Serikat (AS) semata.
Apalagi beberapa waktu lalu China menangguhkan program pembuatan kapal perang kelas Korvet.
Mereka sekarang hanya fokus membangun kapal perang Fregat, Destroyer, Kapal Induk serta Kapal Selam.
Semuanya berspesifikasi Ocean Going untuk mendukung klaim Nine Dash Line mereka.
Maka pihak TNI merasa perlu menambah kekuatan laut di Natuna Utara.

Gayung bersambut, Indonesia kini bakal punya dua kapal fregat kelas gahar dari Denmark, yakni Iver Huitfeldt class.
Laporan navalnews.com, Selasa (16/6/2020) mengatakan jika Indonesia kekurangan kapal Ocean Going untuk mengimbangi agresivitas China di Natuna Utara.
Maka Kementerian Pertahanan mencanangkan pembuatan fregat baru untuk menjaga Natuna agar lebih aman dari gangguan asing.