Bupati Nganjuk Lantik 278 ASN Kepala Sekolah Secara Virtual Ikuti Protokol Kesehatan

Kondisi pandemi virus Corona atau Covid-19 tidak menghalangi kegiatan pelantikan Kepala Sekolah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

achmad amru/ surya
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat melantik pejabat Kepala Sekolah di Kabupaten Nganjuk secara langsung dan virtual ikuti protokol kesehatan Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kondisi pandemi virus Corona atau Covid-19 tidak menghalangi kegiatan pelantikan Kepala Sekolah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19, sebanyak 237 Kepala Sekolah Dasar (SD), 39 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu Kepala Taman Kanak-kanan (TK), serta satu Kepala Sanggar Kegiatan Belajar dilantik Bupati Nganjuk.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Nganjuk, Asti Widyartini menjelaskan, dari total 278 Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang pendidikan tersebut hanya 60 orang ASN yang dilantik secara langsung oleh Bupati Nganjuk di Pendopo Kabupaten Nganjuk. Lainya dilakukan secara virtual dari beberapa lokasi di SMPN tersebar di Kabupaten Nganjuk.

"Model pelantikan secara virtual ini untuk menghindari berkumpulnya ASN di suatu tempat secara berlebihan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Alhamdulillah kegiatan pelantikan tersebut meski kebanyakan dilakukan secara virtual cukup sukses tanpa ada pelanggaran protokol kesehatan Covid-19," kata Asti Widyartini kepada TribunJatim.com, Kamis (18/6/2020).

Disamping itu, dikatakan Asti Widyartini, dalam pelantikan secara langsung di Pendopo Kabupaten Nganjuk juga diterapkan protokol kesehatan Covid-19. Mulai jarak tempat duduk, penggunaan masker, dan tidak berjabat tangan serta lainya. Hal itu tidak mengurangi kekhidmatan prosesi pelantikan para ASN bidang Pendidikan di Kabupaten Nganjuk.

Sementara Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pelantikan ASN bidang pendidikan khususnya jabatan Kepala Sekolah tersebut sebagai bentuk penyegaran organisasi. Dimana selain mutasi, juga ada ASN yang promosi.

Apalagi sebelum ada mutasi diketahui ada sekitar 60 jabatan Kepala SD yang kosong. Dengan mutasi tersebut puluhan sekolah SD telah memiliki pejabat definitif.

"Kami mengharapkan masyarakat tidak perlu lagi khawatir soal keabsahan tanda tangan di ijazah para murid yang menyelesaikan pendidikan tingkat SD atau SMP," ucap Novi Rahman Hidhayat kepada TribunJatim.com.

Dua Bocah Yang Tenggelam di Kali Peneleh Surabaya Telah Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa

Ramai Kabar Aurel dan Atta Halilintar Segera Menikah dalam Waktu Dekat, Anang Hermansyah Buka Suara

Dipastikan Buka Lagi, Taman Safari Prigen Pasuruan Tinggal Tunggu Surat Rekomendasi

Lebih lanjut dikatakan Novi Rahman Hidhayat, sebelumnya puluhan SD di Kabupaten Nganjuk terpaksa diisi pejabat plt Kepala Sekolah, ini dikarenakan banyaknya penjabat kepala sekolah definitif yang pensiun. Selain itu, ada pula sekolah yang dimerger dan ada Kasek yang sakit.

Dan untuk mengisi puluhan posisi kosong itu, menurut Novi Rahman Hidhayat, pemkab menggelar seleksi dan itu membutuhkan waktu. Para guru yang dianggap berkompeten dan memenuhi syarat mendapat promosi dengan mendapat tambahan tugas sebagai kepala sekolah.

Oleh karena itu, ungkap Novi Rahman Hidhayat, pihaknya meminta agar mulai sekarang Kepala Sekolah lebih menekankan konsep anak didik mulai dari PAUD, SD, SMP diberi character building. Dengan demikian mereka nantinya akan menjadi manusia yang bukan hanya cerdas secara IQ tapi juga berbudi pekerti luhur dan jujur.

"Tentunya SDM berkualitas dan unggul memiliki budi luhur serta jujur itu yang kami harapkan nantinya untuk membangun Kabupaten Nganjuk menjadi lebih baik dan maju," tutur Novi Rahman Hidhayat. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved