Breaking News:

Berita Persebaya Surabaya

Ulang Tahun Persebaya ke-93, Presiden Persebaya Sudah Punya Rencana Matang Jangka Panjang

Azrul Ananda berharap di usia Persebaya Surabaya yang hampir menyentuh seabad ini, terus berprestasi dan meraih kejayaan.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Dwi Prastika
Persebaya.id via Pos Kupang
Zulfikar (kiri), Presiden Persebaya Azrul Ananda, Koko Ari dan M Kemaluddin berfoto bersama seusai laga Jogo Suroboyo Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (11/5/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari ulang tahun Persebaya ke-93 jatuh pada Kamis (18/6/2020).

Tahun ini merupakan tahun keempat Persebaya Surabaya di bawah kepemimpinan Azrul Ananda.

Sejak dipimpin Azrul Ananda tahun 2017 lalu, tim berjuluk Bajul Ijo itu setiap tahunnya tak pernah absen mengukir prestasi.

Di antaranya juara turnamen Piala Dirgantara (2017), juara Liga 2 2017 yang menjadi tiket Persebaya Surabaya naik ke kasta Liga 1 tahun berikutnya.

Finis di posisi lima besar klasemen akhir di Liga 1 2018, lalu finis posisi dua klasemen akhir Liga 1 2019 di bawah Bali United, dan kemudian juara turnamen Piala Gubernur Jatim 2020.

Pun demikian prestasi Persebaya Surabaya di usia dini.

Kiper Persebaya Angga Saputra Ungkap Harapannya di Hari Ulang Tahun Bajul Ijo ke-93

Kapten Persela Lamongan Sebut Kompetisi Liga 1 2020 Tetap akan Kompetitif Meski Tanpa Degradasi

Persebaya U-17 juara Piala Soeratin 2018/2019, Persebaya U-20 menjadi juara Liga 1 2019, dan Persebaya U-16 juara tiga Elite Pro Academy 2019.

Hampir empat musim memimpin Persebaya Surabaya, CEO Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, menceritakan, prestasi itu tak lain karena pihaknya konsisten menjalankan rencana matang yang dibuat selama ini.

Pun demikian pihaknya saat ini terus fokus menjalankan rencana jangka panjang yang sudah disusun.

Azrul Ananda berharap di usia Persebaya Surabaya yang hampir menyentuh seabad ini, terus berprestasi dan meraih kejayaan.

Rayakan Hari Ulang Tahun Persebaya ke-93, Ribuan Bonek Padati Halaman Stadion Gelora 10 November

Drawing Piala Asia U-16, Timnas Garuda Muda Masuk Grup Neraka, Begini Kata Nil Maizar

"Sebagai CEO, tentu kami punya rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. Yakni satu, tiga, dan lima tahun," kata Azrul Ananda pada TribunJatim.com, Kamis (18/6/2020).

"Menyelamatkan Persebaya sudah, mengembalikan Persebaya ke Liga 1 sudah, menjaga konsistensi Persebaya di papan atas Liga 1 juga terjadi," tambahnya.

Meski memiliki banyak catatan apik dari sisi prestasi, Azrul Ananda menegaskan, dalam hal korporasi, langkahnya masih agak jauh.

Walaupun secara pondasi untuk meraih keberlangsungan Persebaya Surabaya dalam jangka panjang sudah ada dan cukup kuat.

5.000 KK di Kota Kediri Terdampak Covid-19 Terima Bansos dari Pemprov Jawa Timur

Pelatih Persik Kediri Izinkan Pemainnya Geluti Dunia Bisnis selama Libur Kompetisi Akibat Covid-19

"Sebagai sebuah PT, tentu tujuan utamanya adalah profitability. Pondasi-pondasi komersial untuk meraih sustainability sudah mulai diletakkan," ucapnya.

"Karena profitability menjamin sustainability. Bukan untuk pemiliknya, melainkan untuk Persebayanya sendiri," tambah pria kelahiran 4 Juli 1977 itu.

Dengan Persebaya Surabaya bisa konsisten meraih profitability, dikatakan Azrul Ananda, akan membuka peluang Persebaya Surabaya untuk go public, atau Initial Public Offering (IPO), dimana kondisi ini memang menjadi cita-cita besar setiap tim sepak bola.

"Dan itu mungkin solusi masa depan terbaik. Di mana semua orang bisa bergabung memajukan klub ini, dan segalanya pasti menjadi lebih transparan," ucap suami dari Ivo Ananda itu.

Arema FC Siapkan Protokol Kesehatan Internal Pencegahan Covid-19, Pemain Harus Patuhi Hal ini

Gelandang Persebaya Rendi Irwan Buka Promo Gratis di IG Story, Ingin Ringankan Beban Pelaku Usaha

Meskipun, Azrul Ananda katakan, ia enggan terburu-buru mencapai itu sebelum Persebaya Surabaya benar-benar memiliki stabilitas. Karena jika dipaksakan akan berdampak buruk bagi Persebaya Surabaya sendiri.

"Tapi percuma bicara IPO kalau klub ini acak aduk. Stabilitas itu harus dicapai, dan pandemi ini tentu sangat tidak menolong," katanya.

"Sekarang masih malu kalau bicara IPO untuk Persebaya. Saya ingin, ketika memang harus IPO, Persebaya dalam kondisi yang benar-benar sehat. Bukan pura-pura sehat," pungkas Azrul Ananda.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved