Virus Corona di Jawa Timur
Risau Anak-anak Jarang Punya Masker Khusus, Arumi Bachsin Launching Gerakan Peduli Masker Anak
Ketua Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Jawa Timur, melaunching gerakan peduli masker anak.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Tony Hermawan
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Jawa Timur, dan Arek Lintang (Alit) melaunching gerakan peduli masker anak.
Acara itu digelar di Gedung PKK Provinsi Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Gayung Kebonsari 56 B Surabaya, Senin (22/6/2020).
Secara simbolis, 1.000 masker diserahkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Jawa Timur.
Arumi Bachsin menuturkan alasannya menginisiasi gerakan tersebut.
Menurutnya, saat ini anak-anak jarang yang memiliki masker spesifik.
"Di pasaran sudah mulai ada masker anak, cuma masih jarang yang menspesialisasikan. Jadi biasanya anak-anak pakai masker yang dipunya orang tuanya," kata Arumi Bachsin, Senin (22/6/2020).
• 5.000 KK di Kota Kediri Terdampak Covid-19 Terima Bansos dari Pemprov Jawa Timur
• Reaksi Pemkot Surabaya soal Rasio Tracing di Kota Pahlawan yang Disebut Rendah di Jawa Timur
Tidak hanya masker, istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak ini juga mengatakan, telah membagikan 2.000 hand sanitizer yang dibuat dan dikhususkan untuk anak-anak.
"Memang hand sanitizer untuk orang dewasa dengan anak-anak kan berbeda, anak-anak kan kulitnya jauh lebih sensitif, kalau dilihat dengan mikroskop permukaan kulitnya kan belum menyatu semua. Lah kalau kena alkohol tambah terbuka," ucapnya.
Arumi Bachsin mengaku khawatir virus memungkinkan lebih riskan menempel pada badan anak-anak.
"Jadi lebih baik memang dikhususkan ya. Dan ini untuk jaga-jaga, jika sekolah sudah kembali dibuka atau anak-anak ikut ibunya ke pasar ada hand sanitizer yang baik untuk anak bisa disimpan dan dibawa kemana-mana," ucapnya.
• 12 PPDS Unair Terpapar Covid-19, IDI Jatim Minta Rumah Sakit Utamakan Keselamatan Tenaga Kesehatan
• Pemprov Jatim Gelontor Bantuan ke 168 Pesantren Tangguh untuk Penegakan Protokol Kesahatan
Di kesempatan itu, Arumi Bachsin juga berharap banyak pihak yang mencontoh gerakan tersebut.
Sementara dalam menyikapi masa pandemi ini, ia berharap protokol kesehatan yang digaungkan pemerintah selama ini dapat dijadikan gaya hidup bersih dalam ke depannya.
"Rajin cuci tangan, ini saya rasa gak hanya pas ada Covid-19 merebak ya. Tapi ini bisa kita turunkan ke anak cucu kita kelak," tutupnya.
Editor: Dwi Prastika