Virus Corona di Situbondo
Sosialisasikan Peraturan Bupati Tentang New Normal, Dadang Wigiarto Blusukan Ke Pasar Temui Pedagang
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama jajaran Forkopimda, blusukan ke Pasar Panji, Kecamatan Panji, Senin (22/06/2020).
Penulis: Izi Hartono | Editor: Taufiqur Rohman
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Izi Hartono
TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama jajaran Forkopimda, blusukan ke Pasar Panji, Kecamatan Panji, Senin (22/06/2020).
Kedatangan orang nomor satu di jajaran Pemkab Situbondo, tidak lain untuk melakukan sosialisasi akan diberlakukannya Peraturan Bupati, mengenai new normal kepada para pedagang dan pembeli di Pasar Panji.
Tak hanya sosialisasi, bupati bersama rombongan juga memberikan masker, sabun cuci tangan.
• DPRD Jawa Timur Gelar Rapid Test, Staf hingga Kru Pengamanan Ikut Antre Sejak Pagi
• Tidak Pakai Masker, 86 Pelanggar Perbup Gresik Dihukum Menyapu Jalan
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, pihaknya turun ke pasar untuk memastikan serta sosialisasi kepada para pedagang agar menggunakan masker.
"Jika nanti para pedagang tidak menggunakan masker selama berada di pasar, maka kita akan beri sanksi tidak dikasih tempat berdagang selama waktu tertentu," ujar Bupati Dadang Wigiarto.
Menurut Bupati Dadang, pemberian sanksi itu tidak hanya diberikan kepada pedagang, melainkan juga diberikan kepada pembeli dan kepala pasar.
"Sanksinya untuk kepala pasar mulai teguran keras sampai diberhentikan, ini akan diberlakukan di pasar tradisional dan pasar modern," katanya.
Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona itu, kata Bupati, tidak hanya mengandalkan sebuah aturan.
• PPDB PAUD-SMP Negeri Sampang 2020 Mulai Dibuka Hari ini, Pendaftaran Pakai Sistem Daring dan Luring
• Katalog Promo Superindo Terbaru 22-25 Juni 2020, Nikmati Diskon Buah Segar hingga Aneka Camilan
• Liga 1 Bakal Kembali Bergulir, Asisten Pelatih Arema FC: Fisik & Psikologis Pemain Pasti Beda
Akan tetapi komponen dimana berkumpulnya orang itu harus bertanggungjawab yang diminta peran oleh pemerintah.
"Tadi kita cek bantuan pelindung wajah yang diberikan itu dipakai atau tidak, dan ternyata bantuan pelindung wajah itu dipakai," jelasnya.
Dikatakan Danang, transmisi kecepatan penularan itu terjadi yang tidak terduga, namun nampaknya ada karakter baru yang virusnya sudah beradaptasi dengan keadaan lokal.
Diawal awal virus Corona berat kepada pelakunya, tetapi penanganan dilakukan baik bisa sembuh semuanya.
"Klaster yang terdahulu lambat penularannya," pungkasnya