Virus Corona di Jawa Timur

Pada Menkes dan Kepala BNPB, Khofifah Minta Arahan Turunkan Attack Rate Penularan Covid-19 di Jatim

Secara gamblang Gubernur Jawa Timur Khofifah memaparkan kondisi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur pada menteri kesehatan.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menkopolhukam Mahfud MD bertandang ke Gedung Negara Grahadi untuk berkoordinasi penanganan Covid-19 dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (23/6/2020) sore. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, dan Menkopolhukam, Mahfud MD, bertandang ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020) sore.

Jajaran pejabat pemerintah pusat tersebut melakukan rapat koordinasi tentang penanganan Covid-19 di Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan jajaran forkopimda Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, secara gamblang gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu memaparkan kondisi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Dikatakan Khofifah Indar Parawansa, kasus Covid-19 di Jawa Timur saat ini sudah di atas 10 ribu kasus.

"Per kemarin kasus Covid-19 Jatim secara kumulatif sudah mencapai 10.092 kasus. OTG dan PDP menjadi catatan penting bagi kami. Karena di Jatim ini 41 persen OTG berpotensi positif Covid-19, sedangkan PDP persentasenya 45 persen positif," kata Khofifah Indar Parawansa mengawali paparannya.

Secara khusus Khofifah Indar Parawansa memohon arahan langsung Menteri Kesehatan dan juga Kepala BNPB untuk menurunkan attack rate, transmission rate, dan juga angka kematian pasien Covid-19 di Jawa Timur yang saat ini masih tinggi, khususnya di Surabaya.

110 Perawat di Jawa Timur Terpapar Covid-19, 30 Orang Sedang dalam Perawatan Medis

VIRAL Video Jenazah Tertukar, RSI Ahmad Yani Surabaya Akui Akibat Kesalahan Petugasnya

Ia menyebutkan, percepatan penambahan kasus di Jawa Timur sangat tinggi.

Bahkan laju penambahan kasus Covid-19 Jawa Timur dari angka 4.000 kasus menjadi 8.000 kasus hanya membutuhkan waktu 14 hari saja.

"Ini yang seringkali membuat kami melakukan telaah mendalam, dan kami mohon arahan dari Bapak Menkes, bahwa attack rate di Kota Surabaya sudah 189,7, sedangkan attack rate Jatim 25, sedangkan nasional attack rate-nya 17,8," kata Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sebenarnya penambahan kasus di Surabaya Raya maupun Jawa Timur sudah pernah menurun saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Besok Presiden Jokowi Bakal ke Grahadi, Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

5.000 KK di Kota Kediri Terdampak Covid-19 Terima Bansos dari Pemprov Jawa Timur

Saat tanggal 8 Juni 2020, saat hari terakhir PSBB, transmission rate Jawa Timur sudah di angka 0.86.

Namun hari ini, angka transmission rate Jawa Timur meningkat lagi menjadi 1,08.

"Kami ingin sampaikan PSBB Surabaya Raya juga sudah sampai sukses menurunkan transmission rate. Transmission rate Surabaya pernah sampai di bawah 1 tapi sekarang sudah naik kembali, karena setiap ada tambahan kasus tentu transmission rate naik lagi," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved