Virus Corona di Sumenep
Pabrik Rokok Sumenep Klaster Baru Sebaran Corona, Kini Ditutup Sementara, 160 Pegawai Bakal Tes Swab
Pabrik rokok di Sumenep menjadi klaster baru sebaran Covid-19. Pasalnya, sejumlah karyawan terkonfirmasi terpapar virus Corona.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Arie Noer Rachmawati
"Karyawan yang hasil tesnya reaktif, apalagi positif, dilarang masuk area pabrik dan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” ujarnya.
Jika kemudian ditemukan ada pekerja yang tidak sehat, maka katanya langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan.
"Mereka difasilitasi untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik," ucapnya.
Selain rapid test, perusahaan sejak awal juga telah ketat menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan Satgas Covid-19.
"Di antaranya melalui skrining awal setiap saat pekerja hendak memasuki area pabrik," tambahnya.
• 168 Pegawai Pabrik Rokok di Madura Reaktif Covid-19, Ketua DPRD Sumenep Desak Tutup Sementara
Manajemen juga memberi perhatian khusus kepada pekerja yang memiliki riwayat kunjungan ke zona merah untuk juga tidak memasuki area pabrik.
"Selain itu, kami memastikan sirkulasi udara di pabrik berfungsi baik, serta mewajibkan pekerja untuk rajin cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker baru setiap hari," tuturnya.
Masih sesuai protokol, perusahaan juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan, serta membatasi penggunaan fasilitas umum dan pemberian vitamin kepada pekerja.
Dengan begitu katanya, pihaknya menjamin karyawan yang kemarin masuk kerja (sebelum dihentikan sementara) adalah mereka yang sehat dan tidak terpapar Covid-19.
• Strategi Risma Pastikan Pasien Corona di Surabaya Benar-benar Sembuh, Swab 2 Kali Antisipasi Risiko
"Terhadap karyawan yang diistirahatkan, perusahaan menjamin mereka tetap mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja kami," ucapnya.
Selanjutnya, kata Ricky Cahyo, pada 7 - 8 Juni 2020 manajemen PT Tanjung Odi menyerahkan kepada Bupati Sumienep selaku ketua Satgas Covid-19 daftar nama karyawan yang dinyatakan reaktif setelah mengikuti rapid test.
"Meski reaktif itu, belum tentu yang bersangkutan positif terpapar corona," katanya.
Berdasarkan daftar nama itulah katanya, mulai 18 Juni PT Tanjung Odi diberi jatah sebanyak 40 orang per minggu untuk melakukan tes swab di Labkesda.
Setelah itu, data dikirim ke Surabaya, sampai kemudian pada 20 Juni mendapat pemberitahuan jika ada 3 karyawan yang dinyatakan positif Corona dan disusul 4 orang lagi sehari kemudian.
Penulis: ALi Hafidz Syahbana
Editor: Arie Noer Rachmawati