Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Sumenep

Pabrik Rokok Sumenep Klaster Baru Sebaran Corona, Kini Ditutup Sementara, 160 Pegawai Bakal Tes Swab

Pabrik rokok di Sumenep menjadi klaster baru sebaran Covid-19. Pasalnya, sejumlah karyawan terkonfirmasi terpapar virus Corona.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kondisi pabrik rokok di Sumenep, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNMADURA.CO, SUMENEP - Setelah Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim menyatakan untuk ditutup sementara perusahaan pabrik rokok demi memutus mata rantai Covid-19 di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan dimulai Selasa (23/6/2020), PT Tanjung Odi kini mulai fokus untuk tes swab.

Ketua Pelaksana Wadah Sehat Kabupaten Sumenep, dr A Hamid Nawawi memastikan jika untuk saat ini PT Tanjung Odi akan segera fokus melakukan tes swab terhadap seluruh karyawannya.

Hamid Nawawi mengatakan, untuk tes swab bagi karyawan ini dikhususkan untuk 160 orang dari 168 karyawan yang sebelumnya dirapid test dan hasilnya reaktif.

VIRAL Jenazah Tertukar saat Dimakamkan di Surabaya, Dirut RSI Bongkar Kondisi Akhir Kesehatan Pasien

Mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) tersebut katanya, diprioritaskan pada karyawan yang sebelumnya sudah mengikuti rapid test.

"Sesuai arahan Pak Bupati, kami akan mendahulukan tes swab terhadap 160 (bukan 168) karyawan yang sebelumnya sudah di-rapid test dan hasilnya reaktif," kata Hamid Nawawi, Rabu (24/6/2020).

Wadah sehat, seperti diketahui adalah mitra PT Tanjung Odi yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan seluruh karyawan pabrik rokok tersebut.

Hamid Nawawi menegaskan, jika tes swab bagi 160 karyawan ke depan diistirahatkan sebagai respons atas keputusan Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim.

Pasangan Selingkuh Bunuh Diri Bareng dan Tinggalkan Surat Ancaman, Akan Saya Goyang dari Alam Baka

Momen John Kei Menangis karena Merasa Berdosa Pernah Terekspos, Soal Istri & Anak, Tobat, Bahagia

"Penghentian sementara aktivitas pabrik diputuskan Bupati bersama Forkopimda setempat," tambahnya.

Keputusan diambil setelah Satgas Covid-19 melakukan tracing terhadap karyawan PT Tanjung Odi yang sedang diistirahatkan karena alasan kesehatan.

Dari sampel 20 orang yang dilakukan tes swab, menurut Tim Satgas, sembilan orang terkonfirmasi positif terpapar Corona.

Sebagai wujud kesungguhan perusahaan dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, Hamid Nawawi menegaskan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah sesuai arahan Bupati Sumenep.

Siasat Menkes Terawan Turunkan Angka Kematian Pasien Covid-19 Jatim, Relaksasi RS Rujukan Kuncinya

"Rapid test itu sendiri sudah merupakan upaya perusahaan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi karyawan," tambahnya.

Terpisah, Pjs Kepala Seksi Personalia dan General Affair (PGA) PT Tanjung Odi Sumenep, Ricky Cahyo mengatakan, keputusan mengistirahatkan pekerja yang tidak sehat telah dilakukan pasca libur Lebaran.

Ricky Cahyo mengaku, jika saat itu sekitar dua hari menjelang pabrik berproduksi kembali (setelah libur), terhitung sejak 3 - 4 Juni2020.

Perusahaan telah melakukan rapid test terhadap semua karyawan yang akan masuk kerja dan rapid test terhadap 1.900-an karyawan itu dilakukan sesuai surat Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim yang disampaikan ke perusahaan menjelang Lebaran.

Pabrik Rokok Sumenep Klaster Baru Covid-19 Masih Beroperasi, DPRD Nilai Pemerintah Tidak Tegas

"Karyawan yang hasil tesnya reaktif, apalagi positif, dilarang masuk area pabrik dan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” ujarnya.

Jika kemudian ditemukan ada pekerja yang tidak sehat, maka katanya langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Mereka difasilitasi untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik," ucapnya.

Selain rapid test, perusahaan sejak awal juga telah ketat menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan Satgas Covid-19.

"Di antaranya melalui skrining awal setiap saat pekerja hendak memasuki area pabrik," tambahnya.

168 Pegawai Pabrik Rokok di Madura Reaktif Covid-19, Ketua DPRD Sumenep Desak Tutup Sementara

Manajemen juga memberi perhatian khusus kepada pekerja yang memiliki riwayat kunjungan ke zona merah untuk juga tidak memasuki area pabrik.

"Selain itu, kami memastikan sirkulasi udara di pabrik berfungsi baik, serta mewajibkan pekerja untuk rajin cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker baru setiap hari," tuturnya.

Masih sesuai protokol, perusahaan juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan, serta membatasi penggunaan fasilitas umum dan pemberian vitamin kepada pekerja.

Dengan begitu katanya, pihaknya menjamin karyawan yang kemarin masuk kerja (sebelum dihentikan sementara) adalah mereka yang sehat dan tidak terpapar Covid-19.

Strategi Risma Pastikan Pasien Corona di Surabaya Benar-benar Sembuh, Swab 2 Kali Antisipasi Risiko

"Terhadap karyawan yang diistirahatkan, perusahaan menjamin mereka tetap mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja kami," ucapnya.

Selanjutnya, kata Ricky Cahyo, pada 7 - 8 Juni 2020 manajemen PT Tanjung Odi menyerahkan kepada Bupati Sumienep selaku ketua Satgas Covid-19 daftar nama karyawan yang dinyatakan reaktif setelah mengikuti rapid test.

"Meski reaktif itu, belum tentu yang bersangkutan positif terpapar corona," katanya.

Berdasarkan daftar nama itulah katanya, mulai 18 Juni PT Tanjung Odi diberi jatah sebanyak 40 orang per minggu untuk melakukan tes swab di Labkesda.

Setelah itu, data dikirim ke Surabaya, sampai kemudian pada 20 Juni mendapat pemberitahuan jika ada 3 karyawan yang dinyatakan positif Corona dan disusul 4 orang lagi sehari kemudian.

Penulis: ALi Hafidz Syahbana

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved