Warga Blitar Ubah Batang Talas Jadi Crispi Mahal

di tangan Irah (36), warga Dusun Pucungsari Kidul, Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ini, batang talas justru jadi camilan (snack)

Imam Taufiq/surya
Irah (36), warga Dusun Pucungsari Kidul, Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ini, batang talas justru jadi camilan (snack) yang punya citra rasa khas. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Siapa bilang, batang talas itu gatal, apalagi sampai dimakan. Mungkin, yang masih punya keyakinan seperti itu karena orang itu belum tahu cara memasaknya.

Namun, di tangan Irah (36), warga Dusun Pucungsari Kidul, Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ini, batang talas justru jadi camilan (snack) yang punya citra rasa khas. Seperti, rasa gurihnya, yang mendominasi meski hanya mengandalkan daun jeruk.

Oleh Irah, batang talas itu 'disulap' dengan diolah jadi crispi. Itu kini dipasaran dikenal dengan nama Lompong Crispi.

"Ini asalnya ya coba-coba. Eh, nggak tahunya, saat ini laku keras sehingga bisa jadi sumber mata pencaharian kami," tutur ibu satu anak ini.

Rumah Irah, tidak besar atau hanya berukuran 6x8 m2 ini. Namun, di rumah yang cukup sederhana itu, ia mampu menciptakan lapangan kerja bagi tetangganya. Kini, dua ibu-ibu, setiap hari membantunya. Sebab, yang dibikin saat ini sudah berbagai variatif camilan.

Di antaranya, kripik singkong, kripik tempe, kripik pisang dan kripik pare. Namun, yang andalan dia adalah lompong crispi karena itu yang paling prospek dan banyak permintaan. Dari awal coba-coba itu, ia kini setiap hari melayani banyak pesanan. Stok setiap hari, yang dibuat saja ia rata-rata sebanyak 10 kg.

Presiden Jokowi dan Wali Kota Malang Targetkan Penurunan Kasus Covid-19 dalam Dua Pekan

Virus Corona Belum Reda, Muncul Wabah Listeria dari Jamur Enoki yang Dianggap Penuh Gizi

Nus Kei Komentari Hijrahnya Sang Keponakan, Kuasa Hukum John Kei Beri Larangan: Tuhan yang Jawab!

"Tiap hari, pelanggan terus bertambah dan malah minta dikirim rutin setiap bulan," tuturnya.

Kenapa lompong crispi jadi andalan camilan buatannya? Menurutnya, itu karena bahan bakunya mudah didapat, bahkan hampir tak beli. Itu bisa didapat dari tegalannya sendiri atau dari pekarangan rumah tetangganya. Dan, untungnya, lebih besar dibandingkan dengan camilan lainnya, yang dibuat.

"Yang beli, cuma minyak goreng dan tepung crispi dan menggaji orang yang membantu saya. Sedang, camilan lainnya, yang juga saya bikin, hampir semuanya beli," tuturnya.

Kan batang talas itu gatal, bagaimana cara menghilangkannya, menurutnya, itu tak ada tehnis khusus. Cuma, itu butuh waktu agak lama karena harus dilakukan beberapa proses. Di antaranya, sehabis batang talas itu dipotong, lalu kulitnya dikelupas. Setelah itu, dicuci dengan air, yang harus mengalir, misalnya di kran.

Halaman
123
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved