350 Tambang Galian C Pamekasan Diduga Ilegal Versi Investigasi PMII, 13 Desa Gali Pakai Alat Berat

Sebanyak 350 tempat tambang galian C di Kabupaten Pamekasan, Madura diduga ilegal.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat ratusan massa aktivis PMII Cabang Pamekasan, Madura melakukan diskusi di depan pintu gerbang Rumah Dinas Bupati Baddrut Tamam, Kamis (25/6/2020). 

TRIBUNMADURA.CO, PAMEKASAN - Sebanyak 350 tempat tambang galian C di Kabupaten Pamekasan, Madura diduga ilegal.

Jumlah sebanyak itu, berdasarkan data yang dibeberkan oleh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pamekasan saat melakukan demonstrasi di depan Kantor Pemkab setempat, Kamis (25/6/2020).

Ketua PMII Cabang Pamekasan, Mohammad Lutfi mengatakan, berdasarkan hasil investigasi yang pihaknya lakukan sedari Agustus 2019 hingga Juni 2020, pihaknya mendapati sebanyak 350 tempat tambang galian C di Pamekasan yang diduga ilegal.

Wali Murid Wadul ke DPRD Jatim Protes PPDB SMA Jalur Zonasi, Ungkap Kecurangan Surat Domisili

Jumlah sebanyak itu, kata dia, tidak semua tempat galian C menggunakan alat berat, namun juga ada yang menggunakan alat tradisional.

"Berdasarkan temuan kami di salah satu desa wilayah Pantura ada tiga titik lokasi yang diduga menjadi tempat tambang galian C ilegal menggunakan alat berat," kata Mohammad Lutfi kepada TribunJatim.com.

Ketua Umum PMII Pamekasan yang akrab disapa Lutfi itu juga mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi yang pihaknya lakukan, ada sekitar 13 desa di Pamekasan yang terdapat tambang galian C yang diduga ilegal.

Ucapan Ibu Mertua Bongkar Sikap Zaskia Gotik, 1 Pesan Sebelum Pisah Balik ke Jakarta: Jangan Marah

Kisah Sejoli Gagal Nikah karena Ternyata Kakak Beradik, Hamil & Pacaran 5 Tahun, Fakta Pilu Terkuak

Paling banyak, kata dia tersebar di Kecamatan Palengaan dan Kecamatan Batumarmar.

Berdasar hasil temuan itu, ia meminta kepada Pemkab dan Polres Pamekasan untuk segera melakukan penindakan dan penutupan dalam jangka waktu sepekan.

"Sesuai dengan janji Kapolres tadi saat kami aksi, katanya akan segera menindaklanjuti dan akan melakukan koordinasi dengan Pemkab untuk menindaklanjuti temuan kami," ujarnya.

Teriakan Dosen Wanita di Malang Saat Dilecehkan Pria Asing, Suami Kuak Ada yang Tak Biasa di Lokasi

Namun lanjut Lutfi, apabila dugaan adanya tambang galian C yang diduga ilegal itu masih tidak ditutup oleh Pemkab dan Polres Pamekasan, maka masyarakat kata dia bisa menilai sendiri bagaimana kinerja dua instansi tersebut, terutama dalam hal penindakan hukum.

"Kalau tidak ditindak tegas, maka Pemkab dan Polres Pamekasan terindikasi tidak tegas dalam menindak segala bentuk pelanggaran perihal adanya tambang galian C ilegal itu," tegasnya.

Bahkan Lutfi mengecam, apabila dalam waktu sepekan ini, Pemkab dan Polres Pamekasan masih tidak melakukan penutupan, pihaknya akan kembali melakukan demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Penawaran Teman Berujung Bui, Mantan Caleg Sumenep Nyabu di Gubuk, Kepergok Polisi Langsung Digiring

"Kami juga akan melakukan audiensi ke Polda Jawa Timur agar ikut andil menertibkan dan menutup tambang galian C yang diduga banyak ilegal di Pamekasan," kecamnya.

Sementara itu Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari mengatakan, akan menindaklanjuti temuan aktivis PMII Pamekasan perihal adanya dugaan galian C ilegal yang masih beroperasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved