Pilkada Serentak

Gus Yani Ungkap Alasan Gandeng Ning Min: Tak Ingin Perempuan Hanya Jadi Objek

"Jadi alasan saya memilih perempuan sebagai wakil karena ingin perempuan tak hanya jadi objek politik, tapi harus ikut berperan dalam membangun"

Istimewa
Gus Yani saat lakukan sosialisasi 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) getol melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Didampingi Aminatun Habibah (Ning Min) sebagai wakilnya, Gus Yani ingin perempuan berperan dalam membangun daerah.

Hal itu disampaikan Gus Yani saat bertemu ke sejumlah relawan perempuan penggerak perubahan yang digelar di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jumat (26/6/2020) siang.

Pria yang saat ini menjabat Ketua DPRD Gresik itu mengaku, alasan menggandeng sosok perempuan karena selama ini kaum hawa hanya dijadikan komoditas politik pendulang suara yang hanya dibutuhkan saat gelaran pemilihan kepala daerah.

"Jadi alasan saya memilih perempuan sebagai wakil karena ingin perempuan tak hanya jadi objek politik, tapi harus ikut berperan dalam membangun daerahnya," katanya.

Gus Yani mengungkapkan, keterlibatan perempuan pada pencalonan kali ini membawa gairah baru, yakni semangat baru akan perubahan. Bahkan, ia bersama wakilnya saat ini terus mensosialisasikan programnya ke masyarakat.

Dijelaskan Gus Yani, banyak isu terkait perempuan di Kota Pudak yang harus diselesaikan dan dicarikan solusi konkrit. Misalnya, masih banyaknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan lain sebagainya yang diskriminasi gender.

"Jadi harus ada solusi. Perempuan harus diberi ruang agar berkontribusi. Saya optimis, Ning Min mampu. Kita terus lakukan sosialisasi program tatap muka dan virtual kita lakukan," terangnya.

Sementara, Ning Min menambahkan memang awalnya ia tak menyangka bisa mendampingi Gus Yani dalam pemilihan kepala daerah pada 9 Desember mendatang.

"Bahkan sampai saat ini masih banyak yang gak percaya saya maju mendampingi Gus Yani. Tapi saya serius dan akan menelurkan program bagus untuk Gresik baru khususnya kalangan perempuan," tambahnya.

Perempuan keturunan pendiri Ponpes Qomaruddin Bungah itu menambahkan selama ini pemerintah daerah kurang perhatian dengan isu perempuan.

Misalnya Gresik merupakan kota industri, maka sudah seharusnya pemerintah gresik punya regulasi yang mengatur perempuan agar tidak bekerja di malam hari.

"Saat ini kan belum ada regulasi itu. Padahal perda itu harusnya ada untuk melindungi peran perempuan yang menjadi pegawai di pabrik dan beberapa sektor lain," tutur Ning Min, saat mendampingi Gus Yani sosialisasi program di Kecamatan Bungah.

Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved