Dua Jambret di Surabaya Ini Tersungkur Dikejar Polisi

Dua pelaku penjambretan yang beraksi di kawasan Jojoran Surabaya, Selasa (16/6/2020) malam tak bisa lepas dari kejaran polisi.

istimewa
Salah seorang pelaku Jambret Yang Tersungkur Usai Dikejar Polisi. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua pelaku penjambretan yang beraksi di kawasan Jojoran Surabaya, Selasa (16/6/2020) malam tak bisa lepas dari kejaran polisi.

Kedua pelaku bahkan tersungkur seusai dikejar anggota Opsnal Polsek Tambaksari Surabaya setelah beraksi.

Pelaku penjambretan yakni Ervino Riski Pramuja (22) warga Wonokitri VIII dan Rosid Aldi Yulianto (20) warga Wonosari IV Surabaya.

Berdasaran informasi yang diterima TribunJatim.com, keduanya menjambret tas milik Sri Rahayu warga Mojo Surabaya yang saat itu pulang kerumah setelah bekerja.

"Awalnya anggota opsnal yang sedang melakukan patroli tertutup mendapati tersangka beraksi. Saat berhasil menarik paksa tas korban, keduanya langsung tancap gas dan dikejar oleh polisi," kata Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Didik Ariawan, Sabtu (27/6/2020).

Kedua pelaku yang kabur ke arah Utara, akhirnya tersungkur ditabrak oleh polisi di Jalan Tambang Boyo Surabaya.

Tanggapan Ayu Dewi Soal Zumi Zola Disebut Kena Karma Digugat Cerai: Bukan Aku yang Menjalani

Isi Chat WA Skandal Bu Dokter di Pasuruan dan Temannya Dibongkar Suami: Anak Saya Juga Tahu

Asyik, Kini Lion Air Group Permudah Persyaratan Untuk Calon Penumpang

Setelah ditangkap, kedua tersangka itu digelandang ke Mapolsek Tambaksari, Surabaya.

Polisi juga mengamankan tas korban dengan tali terputus, sebilah pisau, handpone dan dompet milik korban.

Saat diinterogasi, kedua pelaku mengaku sudah dua kali beraksi di sekitar Surabaya Timur.

"Pengakuannya dua kali. Namun kami masih kembangkan untuk kemungkinan TKP lainnya," tambahnya kepada TribunJatim.com.

Data kepolisian menunjukkan, keduanya merupakan residivis kasus serupa pada akhir 2019 lalu.

Keduanya tak kapok masuk penjara dengan dalih terpaksa melakukan aksi kejahatan karena butuh uang buat kebutuhan hidup.

"Terpaksa karena tidak ada pekerjaan. Ya hasilnya ini kalau handpone dijual. Uangnya buat makan," akunya.(Firman/Tribunjatim.com)

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved